This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label agama islam. Show all posts
Showing posts with label agama islam. Show all posts

Friday, December 7, 2018

pengertian puasa



Pengertian Puasa – 

Wajib bagi seorang muslim untuk berilmu sebelum beramal. Karena ilmu merupakan pokok atau landasan dari sebuah amal. Ilmu juga menyebabkan amal yang sedikit menjadi barakah. Dengan mengetahui pengertian puasa beserta hal-hal yang terkait dengannya sebelum kita mengamalkan ibadah ini, semoga ibadah puasa yang kita lakukan dengan ikhlas tersebut diterima dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)






Pengertian Puasa Secara Bahasa (Shiyam/Shaum)

Sebelum lanjut membahas pengertian puasa, perlu diketahui bahwa kata Shiyam dan Shaum, telah tercantum di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia); pada kata (Siam dan Saum) tanpa huruf ‘h’ yang berarti puasa.
Pengertian Puasa Secara Etimologi / Lughawi

Secara lughowi (bahasa) pengertian puasa / Ash-Shaum (الصَّوْمُ) bermakna (الإِمْسَاكُ) yang artinya menahan. Atas dasar itu berkata Al-Imam Abu ‘Ubaid dalam kitabnya Gharibul Hadits memberi seikit penjelasan dari pengertian puasa :
كُلُّ مُمْسِكٍ عَنْ كَلاَمٍ أَوْ طَعَامٍ أَوْ سَيْرٍ فَهُوَ صَائِمٌ

“Semua orang yang menahan diri dari berbicara atau makan, atau berjalan maka dia dinamakan Sha`im (orang yang sedang berpuasa).” [1])

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala :
( إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا ( مريم: ٢٦


“Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Ar-Rahman, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini” (Maryam : 26)

Shahabat Anas bin Malik dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum berkata : صَوْمًا maknanya adalah صَمْتًا yaitu menahan diri dari berbicara. [2])


‘Ibarah (ungkapan) para ‘ulama berbeda dalam menjelaskan pengertian puasa / ash-shaum secara tinjauan syar’i, yang masing-masing definisi tersebut saling melengkapi. Sehingga kami pun sampai pada kesimpulan bahwa pengertian puasa secara syar’i adalah :
إِمْسَاكُ الْمُكَلَّفِ عَنِ اْلمُفَطِّرَاتِ بِنِيَّةِ التَّعَبُّدِ للهِ مِنْ طُلُوعِ اْلفَجْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ

Usaha seorang mukallaf untuk menahan diri dari berbagai pembatal puasa disertai dengan niat beribadah kepada Allah, dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Penjelasan pengertian puasa di atas adalah:

1. Pernyataan “al-mukallaf” menunjukkan bahwa puasa secara syar’i adalah yang dilakukan oleh para mukallaf yakni orang-orang yang telah terkenai kewajiban ibadah, dari setiap muslim yang sudah baligh dan sehat akalnya.

2. Pernyataan “dengan disertai niat beribadah kepada Allah” menunjukkan bahwa puasa harus disertai dengan niat sebagai sebuah bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Pernyataan “dimulai sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari” seperti dalam ayat:
(وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ(البقرة: ١٨٧


Dan makan minumlah kalian hingga jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu (cahaya) fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datangnya) malam. (Al-Baqarah : 187)
Share:

rukun islam


RUKUN ISLAM ADA 5 YAITU:





MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT



Yang dimaksud dengan Syahadat adalah bagaimana seorang muslim harus bisa mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati kemudian mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan tetapi tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya, maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya. Dua kalimat syahadat menggambarkan bahwa sebagai hamba pasti akan melakukan pernyataan pada dirinya bahwa dari segi totalitas kediriannya yaitu hanya untuk Allah dan Rasul-Nya.


MENDIRIKAN SHOLAT




Sholat merupakan ibadah yang sangat agung kedudukannya dan Sholat mendapat perhatian dan prioritas utama dalam agama Islam. Keutamaan sholat dan kedudukannya diantara ibadah-ibadah yang lain telah dijelaskan dalam Islam. Ia merupakan sarana penghubung antara seorang hamba dengan Tuhannya. Sholat juga merupakan gambaran ketaatan seorang hamba akan segala perintah Tuhannya.

Sebagai seorang umat muslim pasti mempunyai kewajiban dalam mendirikan sholat dalam sehari semalam dengan jumlah 5 waktu. Seperti yang telah disebutkan dalam firman Allah:
“Dan Berdo’a lah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah:103).


MENUNAIKAN ZAKAT




Zakat adalah kewajiban menyisihkan jenis harta tertentu untuk disalurkan kepada sekelompok orang tertentu pada waktu tertentu. Allah telah memerintahkan kepada semua umat muslim yang memiliki harta yang telah mencapai nisabnya agar dapat zakat harta untuk setiap tahunnya. Allah berfirman “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’”(QS. Al Baqarah:43)


BERPUASA PADA RAMADHAN




Pengertian puasa merupakan ibadah kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya. Seorang hamba meninggalkan syahwatnya, makan dan minumnya demi Allah Ta’ala. Hal itu di antara sarana terbesar mencapai taqwa kepada Allah ta’ala. Dalam syariat Islam puasa artinya menahan diri dari makan dan minum serta semua hal yang dapat membatalkan puasa yang dimulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari.


MENUNAIKAN IBADAH HAJI BAGI YANG MAMPU




Haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah S.W.T dengan ruh, badan dan harta. Rukun Islam yang ke lima ini bahwa Alloh telah mewajibkan untuk setiap umatnya agar dapat berhaji sekali seumur hidup. Ada beberapa syarat haji diantaranya adalah Islam, berakal sehat, baligh, dan mampu.
Share:

rukun iman


RUKUN IMAN DAN PENJELASANNYA






Iman kepada Allah
iman kepada malaikat
iman kepada kitab-kitabNya
Iman kepada para Rasul
Iman kepada hari Akhir, dan
Iman kepada Takdir


Ada firman Alloh S.W.T yang artinya: “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi” (QS Al-Baqarah: 177).


Sebelum mengulas pada setiap bagian tentang rukun iman, ada baiknya memahami terlebih dahulu pengertian dari rukun iman. Rukun yang ada pada rukun iman merupakan dasar, asas, atau pedoman. Yang mempunyai makna 6 hal yang telah disebutkan dalam rukun iman yakni landasan yang dasar dan utama dalam beragama.


Tanpa adanya 6 hal tersebut maka kita masih belum bisa sempurna dalam beragama. Lantaran semua rukun iman ini saling berhubungan. Jika kita harus percaya sama Allah S.W.T, maka kita juga harus percaya kepada Rasul dan sebalikknya.


Seperti yang sudah ada pada firman Allah yang ada didalam surat An-nisa ayat 59 yaitu: “Atiullaha Wa’Ati’urrosuula” yang artinya: “Ikutilah Allah dan ikutilah Rasul” Dalam ayat tersebut, maka bisa kita ambil makna seandainya kita mengaku beriman kepada Allah maka kita juga harus percaya kepada rasul-Nya dan ikuti dalam setiap perintahnya. Selain itu berimanlah dengan setiap rukun-rukun yang ada dalam rukun iman agar agama kita bisa sempurna.


Selain itu juga dapat diartikan asas-asas atau landasan yang wajib kita yakini di dalam hati semua umat muslim beserta dapat dibuktikan dengan lisan dan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari.




RUKUN IMAN ADA 6 YAITU:





PERCAYA KEPADA ALLAH S.W.T






Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengimani semua nama dan sifat-sifat Allah (al-Asma’ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakan-Nya. Dan juga rukun iman yang pertama ini bukan hanya semata-mata mengaku beriman kepada Allah kecuali ia dapat mengimani 4 perkara berikut ini, diantaranya mengimani Allah S.W.T, mengimani rububiah Allah S.W.T, mengimani uluhiah Allah dan mengimani semua sifat Allah yang telah ditetapkan pada diri-Nya.

PERCAYA KEPADA MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH






Mengimani keberadaanya, dan setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada Malaikat. Ada juga maksud wajib kita untuk membenarkan tentang malaikat ternyata memiliki wujud. Dimana Allah S.W.T sudah menciptakan para malaikat dari cahaya-Nya. Malaikat merupakan makhluk Allah yang senantiasa patuh dan selalu beribadah kepada Allah.


Allah berfirman yang artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada memiliki rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya” (QS. Al-Anbiya: 19-20)

Wujud dari berimannya mereka merupakan beriman kepada semua tugas serta amalan mereka yang telah disebutkan dalam Al-Quran dan Hadist.




PERCAYA KEPADA KITAB-KITAB ALLAH






Mengimani bahwa seluruh kitab Allah merupakan ucapan-Nya dan bukanlah ciptaan-Nya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Semua orang muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an adalah penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun dari sebelumnya. Kita harus senantiasa beriman kepada semua kitab Allah yakni kalam-Nya dan kalamullah itu bukan lah makhluk sebab kalam merupakan sebuah sifat Allah dan bukan makhluk.

Kita juga pasti wajib untuk beriman dengan rinci yang namanya telah disebutkan dalam Al-Quran, seperti injil, zabur, taurat dan lain sebagainya. Sesuai dengan firman Allah yang artinya: “Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kittab (yang diturunkan sebellumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kittab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).




PERCAYA KEPADA RASUL-RASUL ALLAH







Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluk-Nya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karena itu menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah S.W.T. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.

Pemahaman mengenai rukun iman ke empat ini yaitu mengajak kita agar selalu beriman bahwa ada diantara laki-laki terdapat pada kalangan manusia yang sudah dipilih oleh Allah S.W.T agar dapat menjadi perantara untuk diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi, mereka tetap menjadi seorang yang biasa serta mempunyai sifat dan hak pengenahi ketuhanan.

Dengan menyembah para nabi dan juga rasul adalah kebatilan yang nyata. Dengan wajib untuk selalu beriman maka artinya semua wahyu nabi serta rasul benar dan mempunyai sumber dari Allah S.W.T. Sehingga barang siapa saja yang mendustakan dengan kenabian pada seseorang yang ada di antara mereka, sehingga sama saja ia sudah mendustakan semua nabi yang lainnya. Sehingga Allah mengkafirkan yahudi dan nasrani.

Seperti firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud” (QS. An Nisa:163).




PERCAYA KEPADA HARI AKHIR (KIAMAT)







Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (diantara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka. Jika disebut dengan hari akhir, karena ia merupakan hari akhir didunia ini dan sudah tidak ada untuk hari esok. Hari akhir merupakan hari dimana Allah S.W.T sudah mewakafkan bagi semua makhluk hidup disaat itu kecuali Allah S.W.T perkecualikan.

Kemudian mereka semua akan dibangkitkan agar dapat mempertanggung jawabkan semua amalan yang sudah mereka lakukan. Allah berfirman : ”Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya, janji dari Kami, sesungguhnya Kami pasti akan melakukannya” (QS. Al-Anbiya: 104)

PERCAYA KEPADA QADA DAN QADAR (TAKDIR BAIK DAN TAKDIR BURUK)


Share:

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Followers

Labels

Blogger templates