This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label ips. Show all posts
Showing posts with label ips. Show all posts

Friday, December 7, 2018

Pengertian Uang

UANG



Hasil gambar untuk UANG




Pengertian Uang

Uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu lintas perekonomian. Yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa, maupun hutang baik sekarang maupun di kemudian hari.. Uang logam dan emas juga disebut sebagai uan penuh (full bodied money) Artinya, nilai intrinsiknya (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya.


- Fungsi Uang :
Fungsi uang dibagi menjadi dua macam, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.


a. Fungsi Asli atau Fungsi Primer

Fungsi asli uang menunjukkan fungsi yang mula-mula melekat pada uang atau fungsi yang mengacu pada tujuan awal diciptakannya uang.
1. Sebagai alat tukar umum (medium of exchange), yaitu uang berfungsi sebagai alat untuk pertukaran dan mengatasi kesulitan dalam pertukaran secara natura (barter).
2. Sebagai satuan hitung (unit of account), yaitu uang berfungsi untuk menentukan nilai dari suatu barang atau jasa, serta untuk menentukan besarnya harga.


b. Fungsi Turunan atau Fungsi Sekunder Uang mempunyai fungsi turunan sebagai berikut.


Ø Sebagai alat pembayaran (means of payment), uang berfungsi untuk melakukan pembayaran berbagai transaksi, misal pembayaran pajak, iuran, dan sebagainya.
Ø Sebagai pembayaran utang (standard of deferred payment), uang berfungsi untuk melakukan dan menentukan pembayaran kewajiban atau digunakan untuk standar pembayaran utang.
Ø Penimbun kekayaan artinya uang dapat disimpan telebih dahulu, yang nantinya akan mempermudah dalam pertukaran di masa mendatang.
Ø Sebagai alat pembentukan modal dan pemindahan modal (transfer of value), yaitu uang berfungsi untuk menambah atau memperbesar modal usaha, baik dipergunakan sendiri maupun dipinjamkan kepada orang lain yang membutuhkan modal tersebut.
Ø Sebagai ukuran harga atau pengukur nilai (standard of value), yaitu uang berfungsi sebagai alat untuk menentukan harga barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan.


Ø Satuan hitung (unit of accounting): uang dapat memberikan harga suatu komoditas maka nilai suatu barang dapat diukur dan dibandingkan.
Ø Alat transaksi (medium of exchange): sebagai alat tukar yang harus diterima karena jaminan kepercayaan.
Ø Penyimpan nilai (store of value): dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang-mendatang.


- Ciri Ciri Uang :

 Diterima umum
 Stabil nilainya
 Mudah dibawa
 Tahan lama
 Tidak mudah ditiru
 Dapat dibagi dalam unit yang kecil
 Mempunyai jaminan
 Tidak mudah rusak dan Suply elastis


- Sifat Sifat Uang :
v Portability, mudah dibawa
v Durability, tidak mudah rusak
v Standartlizability, mempunyai bentuk warna dan ukuran baku
v Mudah dikenali
Syarat-syarat
Dari penjelasan di atas, maka dapat diketahui bahwa syarat-syarat uang adalah sebagai berikut:
I. Bisa diterima oleh masyarakat.
II. Tahan lama atau awet, tidak cepat rusak.
III. Memiliki nilai yang stabil atau tidak mudah berubah dalam jangka waktu yang lama.
IV. Mudah disimpan, dibawa ke mana-mana atau dipindahkan.
V. Bisa dibagi/dipecah tanpa mengurangi nilai.
VI. Kualitasnya relatif sama di manapun.
VII. Jumlahnya relatif terbatas, dan tidak mudah diduplikasi.
Share:

Sistem barter

Sistem barter

Hasil gambar untuk barter

pengertian barter
Sistem barter merupakan sejenis bentuk perniagaan yang tidak menggunakan sebarang bentuk perantara pertukaran, di mana barangan atau perkhidmatan ditukar dengan barangan dan/atau perkhidmatan lain. Ia boleh jadi dibuat antara dua atau beberapa pihak.


timbangan


barter chart

Melalui sistem ini mereka terpaksa membuat pilihan sesama mereka untuk mendapatkan barang perantaraan yang dapat membawa manfaat bersama antara mereka. Oleh sebab itu, barang-barang yang digunakan sebagai alat perantaraan itu berbeza mengikut suasana dan zaman. maka jelaslah di sini bahawa pertukaran adalah tidak mustahil tanpa wang dan tidak hairanlah manusia boleh menjalankan kegiatan perdagangan dengan sistem pertukaran barter.


barter


Theater Barter


barter 3


barter animated

Kelemahan sistem barter

Dalam ekonomi moden, kehendak manusia adalah pelbagai dan kegiatan manusia adalah luas termasuk di dalam dan di luar negara. Oleh itu, sistem barter mempunyai banyak kelemahan jika dipraktikkan dalam masyarakat moden. Antara kelemahan-kelemahannya ialah:

Penemuan kehendak beregu

Kedua-dua pihak A dan B harus mempunyai kehendak yang saling menggenapkan sebelum pertukaran boleh dilakukan. Pihak A harus dapat menawarkan barang X yang dikehendaki oleh B dan pada masa sama pihak A juga harus mempunyai keinginan kepada barang Y yang ditawarkan oleh B. Kadangkala proses pemadanan kehendak yang sesuai mengambil masa yang lama sebeluum proses pertukaran boleh dilakukan. Masalah penemuan kehendak bergu ini merupakan masalah paling utama dalam sistem pertukaran barter.

Masalah membahagi

Komoditi yang ditukarkan mungkin besar dan sukar dibahagikan kepada unit-unit kecil semasa membuat pertukaran dengan barang lain yang bernilai kecil. Contohnya, sekiranya satu pihak yang menginginkan sebahagian daging kerbau sahaja dan menawarkan seekor ayam sebagai pertukaran, sudah tentu pemilik kerbau tidak akan menyembelih seekor kerbau hanya untuk tujuan pertukaran dengan seekor ayam sahaja.

Masalah simpanan nilai

Oleh kerana sebahagian besar barangandalam masyarakat primitif itu merupakan hasil pertanian yang mudah rosak dan tidak tahan lama, maka pertukaran yang melibatkan barangan yang tidak tahan lama adalah tidak sesuai untuk ditukarkan, kecuali ia hendak digunakan dengan segera. Akan tetapi, pertukaran selalunya berasaskan barangan lebihan yang tidak akan digunakan dengan segera. Memang ternyatalah bahawa kebanyakan pihak tidak ingin melangsungkan pertukaran untuk memperoleh barangan lain yang tidak tahan lama dan tidak mempunyai ciri simpanan nilai.

Walaupun terdapat beberapa kelemahan, harus diakui bahawa ekonomi yang menggunakan sistem barter atau pertukaran secara langsung itu merupakan satu sistem yang lebih baik daripada sistem sebelumnya, iaitu sistem mampu diri. Sistem barter membolehkan pengeluaran ditingkatkan sebab terdapat kemungkinan pertukaran. Kemungkinan pertukaran telah menggalakkan unit-unit ekonomi menghasilkan pengeluaran yang melebihi keperluannya sendiri. Pertukaran juga membolehkan unit-unit ekonomi menikmati barangan yang sebelumnya tidak pernah dinikmati. Walaupun terdapat kemungkinan pertukaran, proses pertukaran itu tidak sempurna. Banyak pertukaran tidak dapat dijalankan kerana masalah-masalah tersebut dan juga masalah-masalah lain seperti tidak mempunyai sistem penilaian am dan wujudnya kos dalam ekonomi. Oleh itu, pertukaran di bawah sistem barter adalah terhad. Sebahagian masalah itu berpunca daripada kekangan bahawa barangan itu harus ditukarkan satu demi satu dan secara langsung.
Share:

DEFINISI/PENGERTIAN DANAU, MACAM/JENIS & FUNGSI DANAU DI INDONESIA


DEFINISI/PENGERTIAN DANAU, MACAM/JENIS & FUNGSI DANAU DI INDONESIA - BELAJAR GEOGRAFI
Hasil gambar untuk danau definisi



Arti danau adalah suatu cekungan pada permukaan bumi yang berisi air. Danau dapat memiliki manfaat serta fungsi seperti untuk irigasi pengairan sawah, ternak serta kebun, sebagai objek pariwisata, sebagai PLTA atau pembangkit listrik tenaga air, sebagai tempat usaha perikanan darat, sebagai sumber penyediaan air bagi makhluk hidup sekitar dan juga sebagai pengendali banjir dan erosi.

Janis-Jenis / Macam-Macam Danau yang ada di Indonesia :

1. Danau Buatan / Waduk
Danau buatan adalah danau yang secara sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan air pertanian, perikanan darat, air minum, dan lain sebagainya. Contoh : Waduk Jatiluhur di Jawa Barat.

2. Danau Karst
Danau karts adalah danau yang berada di daerah berkapur di mana yang berukuran kecil disebut doline dan yang besar dinamakan uvala.

3. Danau Tektonik
Danau tektonik adalah danau yang terjadi akibat adanya aktivitas / peristiwa tektonik yang mengakibatkan permukaan tanah pada lapisan kulit bumi turun ke bawah membentuk cekung dan akhirnya terisi air. Contoh yakni : Danau Toba di Sumatera Utara.

4. Danau Vulkanik / Danau Kawah
Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk pada bekas kawah gunung berapi. Contoh yaitu : Danau Batur di Bali.
Share:

BUDAYA INDONESIA


BUDAYA INDONESIA

Hasil gambar untuk budaya indonesia



Indonesia merupakan negara kepulauan yang mencakup lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh sekitar 255 juta penduduk, sebuah angka yang membuat Indonesia menjadi negara di urutan keempat dalam hal negara dengan jumlah populasi yang terbesar di dunia. Angka ini juga mengimplikasikan bahwa banyak keanekaragaman budaya, etnis, agama maupun linguistik yang dapat ditemukan di dalam negara ini. Budaya tersebut sangat bervariasi, dari ritual Hindu yang dipraktekkan sehari-hari di pulau Bali, sampai pemberlakuan (parsial) hukum syariah di Aceh dan gaya hidup pemburu-pengumpul orang Mentawai.


Selain itu, sebelum kerangka nasional dibentuk, daerah-daerah di Indonesia mengalami sejarah politik dan ekonomi yang terpisah; keadaan yang masih terlihat dalam dinamika daerah saat ini. Semboyan nasional Bhinekka Tunggal Ika (Kesatuan dalam Keragaman) mengacu pada komposisi beragam negara ini. Motto ini juga menunjukkan bahwa, biarpun masyarakat multikultural, ada perasaan kesatuan sejati di pikiran dan hati masyarakat Indonesia.

Bagian Budaya di website Indonesia Investments ini bertujuan untuk memberikan informasi latar belakang penting mengenai berbagai tema kepada para pembaca. Hal tersebut akan meningkatkan pemahaman terhadap negara ini. Pengetahuan dan pemahaman aspek-aspek budaya dan dinamika suatu negara penting sekali jika Anda berniat untuk berinvestasi secara berkelanjutan dan menghasilkan atau berniat untuk menetap di Indonesia karena alasan bisnis maupun pribadi. Hal ini khususnya berlaku bagi Indonesia yang budayanya begitu beraneka ragam dan kompleks.

PERILAKU SOSIAL

Budaya Indonesia sangat berbeda dari budaya Barat karena ada perbedaan dalam pengalaman, sistem keyakinan, hierarki, agama, pengertian tentang waktu, hubungan spasial, dan banyak lagi. Apalagi dalam Indonesia sendiri terdapat banyak budaya yang berbeda. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara yang kompleks, dan karena itu negara ini menarik. Pada bagian ini kami mengusulkan beberapa do's and don'tsuntuk orang barat supaya bisa berpartisipasi secara sukses dan efisien di masyarakat Indonesia.


KOLOM BUDAYA

Dalam seri kolom ini kami mencoba untuk mengungkapkan beberapa hal yang berhubungan dengan budaya, sejarah, politik dan ekonomi Indonesia. Topik-topik yang dibahas di sini berbeda dari topik-topik mainstream yang kami sajikan di bagian situs ini. Kolom budaya ini berguna untuk mereka yang tertarik dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan Indonesia. Setiap kolom dapat dianggap titik awal bagi pembaca untuk mengeksplorasi topik tertentu lebih lanjut.

POLITIK

Bagian politik ini menyediakan ringkasan sejarah politik Indonesia dari masa prakolonial yaitu pada saat Indonesia terdiri dari berbagai macam kerajaan, ke masa kolonial yaitu waktu nusantara secara bertahap berubah menjadi suatu kesatuan politik, ke pemerintah independen di bawah kepemimpinan Soekarno yang mengerahkan waktu dan perhatiannya diarahkan ke politik sedangkan ekonomi dikesampingkan, ke Orde Baru Suharto yang ditandai pemerintahan yang kuat dan masyarakat sipil yang lemah, dan akhirnya ke era Reformasi saat ini.

EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi nasional yang terpadu di Indonesia bukanlah proses yang cepat dan alamiah, melainkan suatu proses yang artifisial dan cukup panjang. Sebagian besar dibentuk oleh tekanan dari penindas asing dan memuncak menjadi negara dengan pemerintahan terpusat pada masa Orde Baru. Bagian ini membahas keadaan dan struktur ekonomi Indonesia yang sekarang serta mengilustrasikan beberapa bab yang penting dalam sejarah ekonomi (misalnya Krismon pada akhir tahun 1990an).

AGAMA

Agama memainkan peran yang sangat penting dalam masyarakat Indonesia dan kehidupan sehari-hari penduduknya. Indonesia adalah negara yang mempunyai populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi di negara ini juga terdapat jutaan orang yang menganut agama-agama lain serta kepercayaan animisme. Bagian ini - secara garis besar - membahas agama-agama utama di Indonesia yakni Islam, Kristen (termasuk Katolik), Hindu dan Budha. Penjelasan ini mencakup kerangka sejarah dan menggambarkan peran agama di Indonesia saat ini.

DEMOGRAFI

Komposisi demografi sebuah negara dan kinerja ekonominya biasanya memiliki hubungan yang kausal karena penduduk usia muda yang akan menimbulkan tenaga kerja yang berpotensi luas, sedangkan populasi yang sebagian besar adalah paruh baya (40-an dan awal 50-an) akan mempunyai masyarakat konsumtif yang berpotensi besar. Dalam seksi ini, perhatian akan diberikan kepada komposisi demografi Indonesia serta analisis mengenai dampak komposisi ini pada kinerja ekonomi Indonesia dan prospek masa depan.
Share:

JENIS-JENIS USAHA

JENIS-JENIS USAHA

Hasil gambar untuk jenis jenis usaha





JENIS-JENIS USAHA
Adanya berbagai jenis usaha yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Jenis-jenis usaha itu antara lain adalah berupa :
1. Kegiatan dibidang agararis
Kegiatan usaha dibidang agraris, yaitu berupa usaha yang dilakukan dalam sektor pertanian maupun perkebunan.

2. Kegiatan bidang ekstraktif
Kegiatan usaha dibidang ekstraktif, yaitu berupa usaha-usaha yang dilakukandi sector pemungutan hasil hutan, penggalian dan penambangan hasil bumi.

3. Kegiatan di bidang industry
Kegiatan usaha di bidang industry, misalnya berupa usaha-usaha yang dilakukan di sector produksi /manufaktur seperti pabrik tekstil, pabrik motor, pabrik mobil, pabrik makanan, dan pabrik obat dan sebagainya.

4. Kegiatan dibidang perdagangan
Kegiatan usaha di bidang perdagangan, yaitu kegiatan usaha seperti agen, makelar, distributor, toko dan sebagainya.

5. Kegiatan di bidang jasa
Kegiatan usaha di bidang jasa, misalnya usaha-usaha yang berupa usaha perhotelan, restoran, perjalanan, hiburan, konsultan dan lain-lain.

Mengenai jenis usaha dapat pula dikelompokkan seperti berikut ini :

1. Bidang Perdagangan (commerce)
Jenis kegiatan usaha di bidang perdagangan adalah kegiatan usaha berupa penjualan dan pembelian, yang dilakukan oleh orang-orang dan/atau badan-badan, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negri seperti Produsen, Dealer, Agen, Grosir, Importir, Eksportir, toko dan sebagainya.

2. Bidang Industri (Industry)
Kegiatan usaha dibidang industry adalah suatu kegiatan untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang yang nilainya lebih berguna dari asalnya semula. Barang industry dapat dibedakan menjadi :

a. Industri genetic/asli.
Bidang usaha industry genetic atau asli adalah usaha berupa pertanian, perkebunan, perhutanan, dan lain-lain.

b. Industri ekstraktif
Bidang usaha industry ekstaktif meliputi kegiatan usaha berupa penggalian batu, penambangan pasir, penambangan emas, penambangan minyak dan gas bumi, dan lain-lain.

c. Industri konstruksi
Usaha industry dibidang konstruksi meliputi kegiatan usaha pembuatan jalan, jembatan, perumahan, gedung perkantoran, perpipaan dan lain-lain.

d. Industri pabrik/manufaktur
Usaha dibidang industri pabrik/manufaktur adalah kegiatan berupa produksi barang seperti yang dilakukanoleh pabrik makanan, pabrik minuman, pabrik tekstil, pabrik pakaian, pabrik bahan kimia, pabrik motor, pabrik mobil dan sebagainya.

Usaha dibidang industry manufaktur, dapat dibagi lagi menjadi yang lebih spesifik, yaitu :

1) Industri analitik yaitu industry yang memproses satu bahan baku menjadi beberapa barang jadi. Misalnya dari tebu menjadi gula, alcohol dan melase.
2) Industri sintetik adalah industri yang memproses dua atau lebih bahan menjadi suatu barang yang sifatnya sintesis seperti pabrik plastic, pabrik bahan kimia.

3. Bidang Jasa
Usaha di bidang jasa banyak sekali ragamnya, baik yang bersifat pelayanan umum, hiburan, konsultan dan berhubungan dengan usaha dibidang hiburan, perhotelan, pariwisata, transportasi, persewaan peralatan/perlengkapan, konsultan hokum, konsultan manajemen, konsultan pajak, akuntan publik dan sebagainya.
Share:

PENGERTIAN EKSPOR DAN IMPOR

PENGERTIAN EKSPOR DAN IMPOR

Hasil gambar untuk ekspor dan impor



Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses ekspor pada umumnya adalah tindakan untuk mengeluarkan barang atau komoditas dari dalam negeri untuk memasukannya ke negara lain. Ekspor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Ekspor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah impor.
Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional, lawannya adalah ekspor.
Kondisi Ekspor Indonesia
Pengutamaan Ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983.Sejak saat itu,ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi-dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor.Konsumen dalam negeri membeli barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik,menjadi sesuatu yang sangat lazim.Persaingan sangat tajam antarberbagai produk.Selain harga,kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu produk.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2008 mencapai USD118,43 miliar atau meningkat 26,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2007, sementara ekspor nonmigas mencapai USD92,26 miliar atau meningkat 21,63 persen. Sementara itu menurut sektor, ekspor hasil pertanian, industri, serta hasil tambang dan lainnya pada periode tersebut meningkat masing-masing 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun selama periode ini pula, ekspor dari 10 golongan barang memberikan kontribusi 58,8 persen terhadap total ekspor nonmigas. Kesepuluh golongan tersebut adalah, lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, mesin atau peralatan listrik, karet dan barang dari karet, mesin-mesin atau pesawat mekanik.Kemudian ada pula bijih, kerak, dan abu logam, kertas atau karton, pakaian jadi bukan rajutan, kayu dan barang dari kayu, serta timah.
Selama periode Januari-Oktober 2008, ekspor dari 10 golongan barang tersebut memberikan kontribusi sebesar 58,80 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut meningkat 27,71 persen terhadap periode yang sama tahun 2007. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari-Oktober 2008 sebesar 41,20 persen.
Jepang pun masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD11,80 miliar (12,80 persen), diikuti Amerika Serikat dengan nilai USD10,67 miliar (11,57 persen), dan Singapura dengan nilai USD8, 67 miliar (9,40 persen).
Peranan dan perkembangan ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor untuk periode Januari-Oktober tahun 2008 dibanding tahun 2007 dapat dilihat pada. Ekspor produk pertanian, produk industri serta produk pertambangan dan lainnya masing-masing meningkat 34,65 persen, 21,04 persen, dan 21,57 persen.
Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Oktober 2008, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 64,13 persen, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 3,31 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan adalah sebesar 10,46 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 22,10 persen.
Kendati secara keseluruhan kondisi ekspor Indonesia membaik dan meningkat, tak dipungkiri semenjak terjadinya krisis finansial global, kondisi ekspor Indonesia semakin menurun. Sebut saja saat ekspor per September yang sempat mengalami penurunan 2,15 persen atau menjadi USD12,23 miliar bila dibandingkan dengan Agustus 2008. Namun, secara year on year mengalami kenaikan sebesar 28,53 persen.
Kondisi Impor Indonesia
Keadaan impor di Indonesia tak selamanya dinilai bagus, sebab menurut golongan penggunaan barang, peranan impor untuk barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Oktober 2008 mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya yaitu masing-masing dari 6,77 persen dan 75,65 persen menjadi 5,99 persen dan 74,89 persen. Sedangkan peranan impor barang modal meningkat dari 17,58 persen menjadi 19,12 persen.
Sedangkan dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas Indonesia selama Januari-Oktober 2008, mesin per pesawat mekanik memberikan peranan terbesar yaitu 17,99 persen, diikuti mesin dan peralatan listrik sebesar 15,15 persen, besi dan baja sebesar 8,80 persen, kendaraan dan bagiannya sebesar 5,98 persen, bahan kimia organik sebesar 5,54 persen, plastik dan barang dari plastik sebesar 4,16 persen, dan barang dari besi dan baja sebesar 3,27 persen.
Selain itu, tiga golongan barang berikut diimpor dengan peranan di bawah tiga persen yaitu pupuk sebesar 2,43 persen, serealia sebesar 2,39 persen, dan kapas sebesar 1,98 persen. Peranan impor sepuluh golongan barang utama mencapai 67,70 persen dari total impor nonmigas dan 50,76 persen dari total impor keseluruhan.
Data terakhir menunjukkan bahwa selama Oktober 2008 nilai impor nonmigas Kawasan Berikat (KB/kawasan bebas bea) adalah sebesar USD1,78 miliar. Angka tersebut mengalami defisit sebesar USD9,3 juta atau 0,52 persen dibanding September 2008.
Sementara itu, dari total nilai impor nonmigas Indonesia selama periode tersebut sebesar USD64,62 miliar atau 76,85 persen berasal dari 12 negara utama, yaitu China sebesar USD12,86 miliar atau 15,30 persen, diikuti Jepang sebesar USD12,13 miliar (14,43 persen). Berikutnya Singapura berperan 11,29 persen, Amerika Serikat (7,93 persen), Thailand (6,51 persen), Korea Selatan (4,97 persen), Malaysia (4,05 persen), Australia (4,03 persen), Jerman (3,19 persen), Taiwan (2,83 persen), Prancis (1,22 persen), dan Inggris (1,10 persen). Sedangkan impor Indonesia dari ASEAN mencapai 23,22 persen dan dari Uni Eropa 10,37 persen.



Perkembangan ekpor non migas
Perkembangan ekspor non migas Indonesia ke negara-negara ASEAN selama periode tahun 1996 - 2001 menunjukan peningkatan dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 2,73% pertahun, yaitu dari US$ 8,310.15 juta pada tahun 1996 meningkat menjadi US$ 9,507.07 juta pada tahun 2001. Dari perkembangan ekspor tersebut yang mempunyai tingkat laju pertumbuhan rata-rata ekspor yang cukup tinggi adalah Laos sebesar 14,87% pertahun, sedangkan yang mengalami penurunan tingkat laju pertumbuhan yang cukup tinggi terjadi ke negara Brunei Darussalam, yaitu sebesar 5,73%.

perkembangan impor non migas
perkembangan impor nonmigas Indonesia dari ASEAN selama periode tahun 1996 - 2001 menunjukan penurunan dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 0,32% pertahun, yaitu dari US$ 5,549.20 juta pada tahun 1996 menurun menjadi US$ 5,462.01 juta pada tahun 2001. Dari perkembangan impor tersebut yang mempunyai tingkat laju pertumbuhan rata-rata impor yang cukup tinggi adalah dari Brunei sebesar 115,45% pertahun, sedangkan yang mengalami penurunan laju pertumbuhan rata-rata yang cukup besar adalah dari negara Cambodia sebesar 45,88 %.

Dengan melihat masih rendahnya perkembangan ekspor non migas Indonesia ke pasar ASEAN karena belum dikembangkannya kinerja ekspor secara maksimal akibat belum pulihnya krisis ekonomi dan politik.Oleh karena itu dalam usaha meningkatkan ekspor non migas ke pasar ASEAN perlu didorong kinerja ekspornya dengan melalui meningkatkan daya saing, sehingga produk-produk ekspor non migas Indonesia dapat bersaing dipasar ASEAN.
Produk ekspor dan impor dari negara Indonesia
Secara umum produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi dua yaitu barang migas dan barang non migas. Barang migasatau minyak bumi dan gas adalah barang tambang yang berupa minyak bumi dan gas. Barang non migas adalah barang-barang yangukan berupa minyak bumi dan gas,seperti hasil perkebunan,pertanian,peternakan,perikanan dan hasil pertambangan yang bukan berupa minyak bumi dan gas.
Produk ekspor Indonesia
Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan begitupun juga jasa.
a. Hasil Pertanian
Contoh karet, kopi kelapa sawit, cengkeh,teh,lada,kina,tembakau dan cokelat.
b. Hasil Hutan
Contoh kayu dan rotan. Ekspor kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi, seperti mebel.
c. Hasil Perikanan
Hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut.produk ekspor hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.
d. Hasil Pertambangan
Contoh barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan emas.
e. Hasil Industri
Contoh semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.
f. Jasa
Dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke malaysia dan negara-negara timur tengah.
Produk Impor Indonesia
Indonesia mengimpor barang-barang konsumsi bahan baku dan bahan penolong serta bahan modal. Barang-barang konsumsi merupakan barang-barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,seperti makanan, minuman, susu, mentega, beras, dan daging. bahan baku dan bahan penolong merupakan barang- barang yang diperlukan untuk kegiatan industri baik sebagai bahan baku maupun bahan pendukung, seperti kertas, bahan-bahan kimia, obat-obatan dan kendaraan bermotor.
Barang Modal adalah barang yang digunakan untuk modal usaha seperti mesin, suku cadang, komputer, pesawat terbang, dan alat-alat berat. produk impor indonesia yang berupa hasil pertanian, antara lain, beras, terigu, kacang kedelai dan buah-buahan. produk impor indonesia yang berupa hasil peternakan antara lain daging dan susu.
Produk impor Indonesia yang berupa hasil pertambangan antara lan adalah minyak bumi dan gas, produk impor Indonesia yang berupa barng industri antara lain adalah barang-barang elektronik, bahan kimia, kendaraan. dalam bidang jasa indonesia mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri.
Manfaat kegiatan ekspor dan impor
Berikut ini manfaat dari kegiatan ekspor dan impor
1. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Pendapatan negara akan bertambah karena adanya devisa.
3. Meningkatkan perekonomian rakyat.
4. Mendorong berkembangnya kegiatan industri
Share:

PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN WILAYAH INDONESIA


PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN WILAYAH INDONESIA
Hasil gambar untuk perubahan dan perkembangan wilayah indonesia

A.Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia
 Wilayah Indonesia terbagi menjadi beberapa provinsi. Jumlahprovinsi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami perubahan.Hal ini disebabkan karena adanya pertumbuhan penduduk,perubahan kemampuan ekonomi, faktor politik, dan sebagainya.
 1. Perkembangan Jumlah Provinsi di Indonesia
 Seiring dengan perkembangan negara dan perubahan politik,ekonomi, maupun jumlah penduduk,  maka jumlah provinsi yangada di Indonesia mengalami penambahan. Penambahan jumlahprovinsi ini bukan berarti wilayah Indonesia bertambah luas.Jumlah provinsi yang bertambah merupakan pemekaran dariwilayah provinsi yang sudah ada.Pada saat kemerdekaan, jumlah provinsi yang ada di Indonesiahanya 8, yaitu:
a.Provinsi Sumatra
b.Provinsi Jawa Barat
c.Provinsi Jawa Tengah
d.Provinsi Jawa Timur
e.Provinsi Borneo (Kalimantan)
f.Provinsi Sulawesi
g.Provinsi Sunda Kecil (Nusa Tenggara)
h.Provinsi Maluku

Pada saat itu, Pulau Irian belum menjadi bagian dari negaraIndonesia karena Pulau Irian masih di bawah kekuasaan Belanda.Seiring berjalannya waktu, setelah Indonesia merdeka jumlah provinsi di Indonesia mengalami perkembangan.
Agar kalian lebih memahami mengenai pemekaran provinsi diIndonesia setiap tahunnya perhatikan keterangan di bawah ini:
a. Tahun 1950
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 11, adapunprovinsi yang mengalami pemekaran adalah:1)Provinsi Sumatra, berkembang menjadi tiga provinsi, yaituSumatra Utara, Sumatra Tengah, dan Sumatra Selatan.2)Provinsi Jawa Tengah, berkembang menjadi dua provinsi,yaitu Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
b. Tahun 1956
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 15, adapunprovinsi yang mengalami pemekaran adalah:1)Provinsi Sumatra Utara berkembang menjadi dua provinsi,yaitu Sumatra Utara dan DI Aceh.2)Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi dua provinsi, yaituJawa Barat dan DKI Jakarta.3)Provinsi Kalimantan berkembang menjadi tiga provinsi, yaituKalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan KalimantanSelatan.
c. Tahun 1957
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 17 provinsi,adapun provinsi yang mengalami pemekaran adalah:1)Provinsi Sumatra Tengah berkembang menjadi tiga provinsi,yaitu Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.2)Provinsi Kalimantan Selatan berkembang menjadi duaprovinsi, yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
d. Tahun 1958
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 20 provinsi.Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sunda Kecilterbagi menjadi tiga provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat,dan Nusa Tenggara Timur.
e. Tahun 1959
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 21 provinsi.Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi SumatraSelatan terbagi menjadi Sumatra Selatan dan Lampung
f. Tahun 1960
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 22 provinsi.Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sulawesiterbagi menjadi Sulawesi Utara dan Tengah serta SulawesiSelatan dan Tenggara.
g. Tahun 1964
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 24 provinsi,adapun yang mengalami pemekaran adalah:1)Provinsi Sulawesi Utara dan Tengah berkembang menjadidua, yaitu Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.2)Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara berkembangmenjadi dua, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
h. Tahun 1967
Pada tahun ini jumlah provinsi bertambah menjadi 25. Provinsiyang mengalami pemekaran adalah Provinsi Sumatra Selatanberkembang menjadi dua provinsi, yaitu Sumatra Selatan danBengkulu.
i. Tahun 1969
Dengan masuknya Irian Jaya menjadi wilayah Indonesia, makapada tahun itu jumlah provinsi di Indonesia bertambah satu,sehingga jumlah provinsi menjadi 26.
j. Tahun 1976
Pada tahun ini jumlah provinsi menjadi 27. Adapun provinsi yangmengalami pemekaran adalah Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terbagi menjadi dua, yaitu Nusa Tenggara Timur dan Timor-Timur.
k. Tahun 1999
Lepasnya Provinsi Timor-Timur dari Indonesia menyebabkan jumlah provinsi berkurang satu menjadi 26. Pada tahun itu juga,ada beberapa provinsi yang mengalami pemekaran sehinggamenjadi 29 provinsi. Adapun provinsi tersebut adalah:1)Provinsi Maluku mengalami pemekaran menjadi dua yaituMaluku dan Maluku Utara.2)Provinsi Irian Jaya terbagi menjadi dua provinsi yaitu ProvinsiPapua dan Provinsi Irian Jaya Barat
l. Tahun 2000
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi32. Beberapa provinsi mengalami pemekaran di antaranyaadalah:
1)Provinsi Sumatra Selatan berkembang menjadi dua provinsi,yaitu Sumatra Selatan dan Bangka Belitung.
2)Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi dua, yaitu JawaBarat dan Banten.
3)Provinsi Sulawesi Utara berkembang menjadi dua, yaituSulawesi Utara dan Gorontalo.
m. Tahun 2002
Pada tahun ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi33. Provinsi yang mengalami pemekaran adalah Provinsi Riau menjadi Riau dan Kepulauan Riau.Luas daratan di Indonesia mencapai1,9 juta km

Tujuan Pemekaran dan Penggabungan Daerah
Yang banyak diatur dalam regulasi yang ada selama ini adalah kebijakan tentang pemekaran daerah. Rumusan tujuan kebijakan pemekaran daerah telah banyak dituangkan dalam berbagai kebijakan-kebijakan yang ada selama ini, baik dalam Undang-undang maupun Peraturan Pemerintah. Dalam regulasi-regulasi ini, secara umum bisa dikatakan bahwa kebijakan pembentukan, penghapusan dan penggabungan harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui:
1. peningkatan pelayanan kepada masyarakat;
2. percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi;
3. percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah;
4. percepatan pengelolaan potensi daerah;
5. peningkatan keamanan dan ketertiban.

Rumusan regulasi ke depan bukan saja kebijakan tentang pemekaran daerah, tetapi juga perlu memberikan porsi yang sama besar terhadap penggabungan daerah otonom. Baik pemekaran maupun penggabungan daerah otonom didasarkan pada argumen yang sama. Rumusan tujuan kebijakan penataan daerah bukan hanya untuk kepentingan daerah, tetapi juga untuk pemenuhan kepentingan nasional. Oleh karena itu, alternatif rumusan tujuan kebijakan penataan daerah adalah sejauhmana kebijakan pemekaran dan penggabungan daerah:
1. mendukung pengelolaan masalah sosio kultural di daerah dan di tingkat nasional.
2. Mendukung peningkatan pelayanan publik di tingkat daerah dan nasional.
3. Mengakselerasi pembangunan ekonomi, baik ekonomi daerah maupun ekonomi nasional dengan cara yang seefisien mungkin.
4. Meningkatkan stabilitas politik, baik dalam rangka meningkatkan dukungan daerah terhadap pemerintahan nasional, maupun dalam rangka pengelolaan stabilitas politik dan integrasi nasional.
Indikator ini akan kita gunakan untuk melihat dampak pemekaran daerah, walaupun dampak tersebut tidak bisa digambarkan secara hitam putih, tetapi digambarkan dalam situasi yang dilematis.
Evaluasi Dampak Pemekaran dan Penggabungan Daerah
Temuan terpenting dari evaluasi terhadap implementasi kebijakan penataan daerah adalah sama sekali tidak ada praktek penggabungan antar daerah di Indonesia. Bahkan indikasi gejala usulan penggabungan daerahpun tidak pernah ada. Hal ini menunjukkan adanya masalah infrastruktur kebijakan yang tidak memberikan struktur insentif bagi daerah untuk menggabungkan diri. Sementara itu, kondisi sebaliknya banyak sekali terjadi. Usulan dan kebijakan pemekaran daerah sangat banyak terjadi dan bahkan upaya-upaya untuk melakukan pemekaran daerah terus saja terjadi.
Kebijakan pemekaran daerah yang berjumlah lebih dari dua ratusan kasus tidak didorong oleh latar belakang yang seragam, dan tidak pula membawa dampak yang sama. Pemekaran di masing-masing daerah mempunyai kekhasannya sendiri yang tidak mudah untuk digeneralisasikan. Namun demikian, untuk kepentingan perumusan kebijakan di tingkat nasional, perlu dilakukan identifikasi dampak pemekaran secara umum. Dampak ini tidak hanya terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan di tingkat nasional, tetapi juga dampak sosial, politik dan ekonominya di tingkat daerah.
Mengambil pelajaran dari studi-studi yang dilakukan oleh beberapa lembaga riset, seperti Percik, LIPI dan beberapa lembaga lainnya, dampak sosial dan politik kebijakan pemekaran bisa digambarkan secara umum sebagai berikut. Sangat tidak mudah untuk disimpulkan apakah pemekaran daerah berdampak positif ataukah negatif. Di setiap dimensi, baik sosio-kultural, politik dan pemerintahan, serta pelayanan publik dan pembangunan ekonomi, dampak pemekaran selalu bermata ganda: bisa positif, tetapi pada saat yang sama juga bersifat negatif. Belum lagi apabila dampak tersebut diletakkan dalam skala yang berbeda: dalam skala daerah ataukah dalam skala nasional.
Atas pertimbangan tersebut gambaran tentang dampak pemekaran dalam tulisan ini diletakkan dalam wajah ganda. Menghindari ataupun meminimalisasi dampak negatif pada dasarnya adalah mengelola proses kebijakan pemekaran dan proses pasca pemekaran.
1. Dampak Sosio Kultural
Dari dimensi sosial, politik dan kultural, bisa dikatakan bahwa pemekaran daerah mempunyai beberapa implikasi positif, seperti pengakuan sosial, politik dan kultural terhadap masyarakat daerah. Melalui kebijakan pemekaran, sebuah entitas masyarakat yang mempunyai sejarah kohesivitas dan kebesaran yang panjang, kemudian memperoleh pengakuan setelah dimekarkan sebagai daerah otonom baru. Pengakuan ini memberikan kontribusi positif terhadap kepuasan masyarakat, dukungan daerah terhadap pemerintah nasional, serta manajemen konflik antar kelompok atau golongan dalam masyarakat.
Namun demikian, kebijakan pemekaran juga bisa memicu konflik antar masyarakat, antar pemerintah daerah yang pada gilirannya juga menimbulkan masalah konflik horisontal dalam masyarakat. Sengkera antara pemerintah daerah induk dengan pemerintah daerah pemekaran dalam hal pengalihan aset dan batas wilayah, juga sering berimplikasi pada ketegangan antar masyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

2. Dampak Pada Pelayanan Publik
Dari dimensi pelayanan publik, pemekaran daerah memperpendek jarak geografis antara pemukiman penduduk dengan sentra pelayanan, terutama ibukota pemerintahan daerah. Pemekaran juga mempersempit rentang kendali antara pemerintah daerah dengan unit pemerintahan di bawahnya. Pemekaran juga memungkinkan untuk menghadirkan jenis-jenis pelayanan baru, seperti pelayanan listrik, telepon, serta fasilitas urban lainnya, terutama di wilayah ibukota daerah pemekaran.
Tetapi, pemekaran juga menimbulkan implikasi negatif bagi pelayanan publik, terutama pada skala nasional, terkait dengan alokasi anggaran untuk pelayanan publik yang berkurang. Hal ini disebabkan adanya kebutuhan belanja aparat dan infrastruktur pemerintahan lainnya yang bertambah dalam jumlah yang signifikan sejalan dengan pembentukan DPRD dan birokrasi di daerah hasil pemekaran. Namun, kalau dilihat dari kepentingan daerah semata, pemekaran bisa jadi tetap menguntungkan, karena daerah hasil pemekaran akan memperoleh alokasi DAU dalam posisinya sebagai daerah otonom baru.

3. Dampak Bagi Pembangunan Ekonomi
Pasca terbentuknya daerah otonom baru, terdapat peluang yang besar bagi akselerasi pembangunan ekonomi di wilayah yang baru diberi status sebagai daerah otonom dengan pemerintahan sendiri. Bukan hanya infrastruktur pemerintahan yang terbangun, tetapi juga infrastruktur fisik yang menyertainya, seperti infrastruktur jalan, transportasi, komunikasi dan sejenisnya. Selain itu, kehadiran pemerintah daerah otonom baru juga memungkinkan lahirnya infrastruktur kebijakan pembangunan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah otonom baru. Semua infrastruktur ini membuka peluang yang lebih besar bagi wilayah hasil pemekaran untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi.
Namun, kemungkinan akselerasi pembangunan ini harus dibayar dengan ongkos yang mahal, terutama anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai pemerintahan daerah, seperti belanja pegawai dan belanja operasional pemerintahan daerah lainnya. Dari sisi teoritik, belanja ini bisa diminimalisir apabila akselerasi pembangunan ekonomi daerah bisa dilakukan tanpa menghadirkan pemerintah daerah otonom baru melalui kebijakan pemekaran daerah. Melalui kebijakan pembangunan ekonomi wilayah yang menjangkau seluruh wilayah, akselerasi pembangunan ekonomi tetap dimungkinkan untuk dilakukan dengan harga yang murah.
Namun, dalam perspektif masyarakat daerah, selama ini tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa pemerintah nasional akan melakukannya tanpa kehadiran pemerintah daerah otonom.

4. Dampak Pada Pertahanan, Keamanan dan Integrasi Nasional
Pembentukan daerah otonom baru, bagi beberapa masyarakat pedalaman dan masyarakat di wilayah perbatasan dengan negara lain, merupakan isu politik nasional yang penting. Bagi masyarakat tersebut, bisa jadi mereka tidak pernah melihat dan merasakan kehadiran 'Indonesia', baik dalam bentuk simbol pemerintahan, politisi, birokrasi dan bahkan kantor pemerintah. Bahkan, di beberapa daerah seperti di pedalaman Papua, kehadiran 'Indonesia' terutama ditandai dengan kehadiran tentara atas nama pengendalian terhadap gerakan separatis. Pemekaran daerah otonom, oleh karenanya, bisa memperbaiki penangan politik nasional di daerah melalui peningkatan dukungan terhadap pemerintah nasional dan menghadirkan pemerintah pada level yang lebih bawah.
Tetapi, kehadiran pemerintahan daerah otonom baru ini harus dibayar dengan ongkos ekonomi yang mahal, terutama dalam bentuk belanja aparat dan operasional lainnya. Selain itu, seringkali ongkos politiknya juga bisa sangat mahal, apabila pengelolaan politik selama proses dan pasca pemekaran tidak bisa dilakukan dengan baik. Sebagaimana terbukti pada beberapa daerah hasil pemekaran, ketidak mampuan untuk membangun inklusifitas politik antar kelompok dalam masyarakat mengakibatkan munculnya tuntutan untuk memekarkan lagi daerah yang baru saja mekar. Untuk mempersiapkan upaya pemekaran ini, proses pemekaran unit pemerintahan terbawah, seperti desa untuk pemekaran kabupaten dan pemekaran kabupaten untuk mempersiapkan pemekaran provinsi, merupakan masalah baru yang perlu untuk diperhatikan.
Identifikasi dampak pemekaran tersebut membawa kita pada kesimpulan bahwa banyak dampak negatif yang perlu diminimalisasi. Esensi kebijakan yang perlu dilakukan merasionalisasi proses kebijakan pemekaran, baik proses pengusulan pemekaran yang dilakukan oleh daerah, maupun proses penetapan pemekaran yang dilakukan di tingkat pusat. Dalam uraian berikut ini kita akan memahami proses dalam dua tingkatan tersebut yang akan membawa kita pada usulan rasionalisasi proses kebijakan pemekaran demi optimalisasi kepentingan publik.
Share:

lingkungan alam


Pengertian Lingkungan alam




Hasil gambar untuk lingkungan alam




Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. Lingkungan memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan atas lingkungan biotik (benda hidup) dan lingkungan abiotik (benda mati). Lingkungan biotik terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Sedangkan lingkungan abiotik diantaranya kursi, rumah, papan tulis, dan segala benda mati di sekitar kita. Secara garis besar lingkungan dibagi menjadi lingkungan alam dan lingkungan buatan. Di kota lingkungan yang mendominasi adalah lingkungan buatan. Sebaliknya di desa lingkungan yang paling banyak adalah lingkungan buatan.




Lingkungan Alam
Lingkungan alam adalah lingkungan yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Lingkungan alam dapat dibedakan atas lingkungan daratan dan lingkungan perairan. Lingkungan alam daratan yang berada di sekitar kita, antara lain, gunung, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, dan lembah. Adapun lingkungan alam perairan yang berada di sekitar kita antara lain, sungai, danau, rawa, dan laut.

Lingkungan alam sudah ada sejak zaman dahulu. Berikut ini adalah beberapa contoh yang termasuk lingkungan alam.

1. Gunung dan Pegunungan
Daratan yang menonjol sangat tinggi dinamakan gunung. Ketinggian gunung di atas 600 m. Di
gunung banyak terdapat pepohonan yang rindang. Pada waktu hujan akar akan menyerap air. Air hujan akan terserap oleh tanah. Akar-akar pepohonan akan menahan tanah sehingga tidak terjadi longsor. Gunung yang berderet-deret dalam suatu barisan dan sambung-menyambung menjadi satu dinamakan pegunungan. Pegunungan juga dapat disebut kumpulan beberapa gunung. Udara di gunung atau pegunungan sejuk karena terletak pada daerah yang tinggi. Banyak orang datang ke pegunungan untuk menikmati kesejukan udaranya dan pemandangan yang indah. Pada malam hari, di kejauhan tampak kelap-kelip lampu di daerah perkotaan sehingga menambah indahnya suasana malam. Daerah pegunungan yang sejuk juga dimanfaatkan oleh petani untuk menanam sayur-sayuran, buah, serta tanaman hias. Gunung dan pegunungan memiliki banyak manfaat. Di daerah pegunungan banyak ditumbuhi tanaman yang dapat menyerap dan menyimpan air hujan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya erosi. Erosi adalah pengikisan tanah yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir dan longsor. Di daerah pegunungan muncul mata air yang akhirnya menjadi sumber air sungai. Selain itu, daerah pegunungan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata karena pemandangannnya yang indah. Tanah dan suhu di gunung sangat cocok untuk perkebunan sayur, buah-buahan, dan teh.


2. Bukit
Bukit adalah tanah yang berbentuk kubah dan mempunyai ketinggian antara 200-300 meter. Bukit lebih rendah dari gunung. Bukit biasa dimanfaatkan untuk berladang atau berkebun oleh para petani. Tanaman yang tumbuh biasanya alang-alang, teh, sayur-mayur, serta palawija.

3. Hutan
Hutan adalah daerah yang ditumbuhi banyak pohon. Di hutan terdapat banyak sekali jenis pohon. Ada pohon yang kayunya sangat keras. Ada juga pohon yang kayunya lembek. Ada hutan rimba yang selalu rindang sepanjang tahun. Ada pula hutan yang hanya berisi satu jenis pohon, misalnya hutan jati. Hutan jati ini disebut hutan homogen. Selain itu, ada juga hutan heterogen, yaitu hutan yang isinya bermacam-macam pohon.

Hutan memiliki banyak manfaat diantaranya adalah:

Sebagai paru-paru dunia;
Penyimpan cadangan air;
Penyedia kayu untuk berbagai keperluan;
Tempat hidup flora dan fauna; dan
Tempat riset dan pendidikan.

4. Sungai
Sungai adalah tempat air mengalir. Sungai ada yang kecil dan besar. Pada zaman dahulu sungai-sungai mengalir air yang jernih, sehingga banyak digunakan untuk mandi, mencuci, dan mengairi sawah. Di sungai banyak terdapat ikan. Orang-orang yang tinggal di dekat sungai sering menjala atau memancing ikan untuk lauk-pauk. Namun, sekarang air sungai kotor dan berbau sehingga tidak bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Ikan-ikan pun sudah jarang bisa ditemukan karena air sungai tercemar limbah dan cara penangkapan ikan yang salah. Kita harus menjaga kelestarian sungai karena banyak manfaatnya bagi makhluk hidup. Cara menjaga kelestarian sungai dengan cara tidak membuang sampah ke sungai, tidak menangkap ikan dengan cara meracuni, dan tidak menggunakan arus listrik untuk menangkap ikan. Penggunaan arus listrik atau racun ketika menangkap ikan akan mematikan ikan-ikan kecil dan telur-telurnya. Di samping itu, hewan-hewan kecil dan tumbuhan-tumbuhan kecil juga ikut mati.


Manfaat sungai bagi kehidupan manusia, antara lain:

untuk mandi, mencuci, dan memandikan ternak;
untuk sarana irigasi;
untuk sarana transportasi (terutama sungai-sungai besar di luar Pulau Jawa), seperti di Sumatra danKalimantan; dan
sebagai tempat hidup berbagai macam ikan.

5. Danau
Danau juga termasuk lingkungan alam. Danau terjadi karena adanya cekungan di alam yang berisi air, baik dari air hujan maupun mata air yang ada di tempat tersebut. Danau-danau yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut.

Danau Singkarak di Sumatra.
Danau Maninjau di Sumatra.
Danau Batur di Bali.
Danau Poso di Sulawesi.
Danau Towuti di Sulawesi.
Danau Toba di Sumatra.

Danau sangat bermanfaat bagi manusia. Manfaat danau bagi kehidupan manusia, antara lain, untuk keperluan-keperluan sebagai berikut:

tempat penampungan air,
budi daya ikan air tawar,
tempat wisata,
irigasi atau pengairan sawah, dan
sarana olahraga (dayung).

6. Laut dan Pantai
Laut adalah wilayah yang sangat luas dan digenangi air. Laut mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Di dalam laut terdapat berbagai kekayaan alam, seperti ikan, minyak bumi, dan gas. Laut juga dapat dimanfaatkan untuk transportasi dan olahraga air. Daerah perbatasan antara laut dan daratan dinamakan pantai. Daerah pantai ada yang terjal dan ada pula yang landai. Pantai yang terjal banyak terdapat karang, sedangkan pantai yang landai berisi hamparan pasir. Daerah pantai yang berisi hamparan pasir banyak dimanfaatkan sebagai objek wisata.

Di daerah pantai biasanya banyak ditumbuhi tanaman kelapa dan bakau. Tanaman bakau dapat digunakan untuk menahan hempasan ombak, sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi atau erosi karena air laut. Selain itu, di bawah tanaman bakau merupakan tempat hidup ikan. Penduduk di daerah pantai banyak yang bekerja sebagai nelayan dan budidaya ikan dengan menggunakan air laut. Di samping itu, juga ada usaha pembuatan garam. Selain yang telah dijelaskan diatas laut memiliki banyak fungsi/peran/manfaat lainnya.

tempat hidup sumber makanan kita.
pembangkit listrik tenaga ombak, pasang surut, dan angin.
tempat budidaya ikan, kerang mutiara, dan rumput laut.
tempat barang tambang berada.
salah satu sumber air minum setelah dilakukan destilasi.
sebagai jalur transportasi air.
sebagai tempat cadangan air bumi.
sebagai objek riset penelitian dan pendidikan.

7. Rawa
Rawa adalah tanah basah yang selalu digenangi air dan ditumbuhi tanaman. Tanaman yang tumbuh di rawa biasanya enceng gondok dan pandan. Air rawa selalu tergenang dan tidak mengalir seperti sungai. Biasanya berwarna cokelat tua. Di rawa banyak terdapat ikan air tawar. Masyarakat sekitar rawa mencari ikan dengan menggunakan jaring. Rawa sangat cocok untuk memelihara ikan dan udang. Sekarang ini banyak rawa-rawa yang mengalami pendangkalan karena terlalu banyaknya enceng gondok yang tumbuh. Masyarakat sekitar rawa menjaga kelestarian rawa dengan cara membuang sebagian enceng gondok. Enceng gondok ini dapat dimanfaatkan untuk membuat barang-barang kerajinan. Rawa juga dapat digunakan untuk mengairi sawah pasang surut. Rawa juga dapat digunakan sebagai objek wisata. Contoh rawa adalah Rawa Pening di Ambarawa.

Share:

pengertian denah


Pengertian Denah

Denah merupakan sebuah peta berukuran kecil yang menunjukkan dan menggambarkan detail lokasi dari suatu bangunan. Denah biasanya merupakan tampak atas dari sebuah bangunan. Jika sebuah bangunan dipapas melintang, maka gambar tampak atas dari bangunan tersebut dapat disebut sebuah denah.

Seperti halnya peta, pada dasarnya denah dibuat untuk dapat memudahkan penggunanya dalam melacak suatu lokasi. Jika peta memiliki cakupan wilayah yang lebih luas, maka denah hanya mencakupi daerah suatu bangunan saja. Fungsi denah sendiri mencakupi beberapa fungsi seperti :
Fungsi ruang

Dalam hal ini, denan berfungsi untuk menunjukkan posisi setiap ruangan yang ada di dalam suatu bangunan. Dengan menggunakan denah, seseorang dapat dengan mudah mengetahui letak suatu ruangan di dalam sebuah bangunan.
Susunan ruang

Fungsi denah yang kedua adalah susunan ruang. Hampir sama dengan fungsi yang pertama, fungsi susunan ruang pada denah berarti dengan berfungsi untuk menunjukkan susunan ruangan yang ada di dalam bangunan. Dengan melihat denah, pengguna denah dapat dengan mudah mengetahui letak susunan ruangan yang ada di dalam suatu bangunan.
Sirkulasi ruang

Fungsi yang ketiga yaitu sirkulasi ruang berhubungan dengan arus keluar masuk pada sebuah ruangan. Pengertian denah berdasarkan fungsi ini yaitu berupa gambaran yang dapat memudahkan penggunya dalam mobilitas di dalam sebuah gedung ataupun bangunan. Pengguna denah akan dengan mudah mengetahui jalan yang paling cepat untuk menuju sebuah ruangan di dalam bangunan tertentu.
Dimensi ruang

Fungsi dimensi ruang berarti denah berguna untuk menunjukkan dimensi ukuran setiap ruangan yang ada di dalam sebuah gedung atau bangunan. Dengan memanfaatkan fungsi ini, pengguna denah akan lebih mudah mengetahui ukuran setiap ruangan yang ada dalam sebuah bangunan.
Letak pintu dan bukaan

Fungsi selanjutnya dari denah adalah fungsi letak pintu dan bukaan. Fungsi ini berguna untuk memudahkan pengguna denah untuk mengetahui letak pintu dan berbagai ventilasi lainnya. hal ini akan sangat berguna ketika terjadi berbagai bencana seperti kebakaran di dalam sebuah gedung. Dengan memanfaatkan fungsi ini, pengguna denah akan lebih mudah dalam mencari pintu ataupun ventilasi yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri.
Isi ruang

Fungsi denah berupa isi ruang berhubungan dengan apa yang ada di dalam setiap ruangan yang ada di dalam denah. Dengan memanfaatkan fungsi ini, pengguna denah dapat dengan mudah mengetahui apa-apa saja yang ada di dalam sebuah ruangan. Selain itu, pengguna denah juga dapat mengetahui pemilik ataupun pengguna dari sebuah ruangan yang ada di dalam bangunan ataupun gedung.
Share:

lingkungan buatan


Lingkungan Buatan : Pengertian, Manfaat, Jenis-jenisnya






Pengertian Lingkungan

Secara teoritis, yang dimaksud dengan lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam (seperti tanah, air, sinar matahari, mineral), serta flora dan juga fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan  dengan kelembagaan yang meliputi juga ciptaan manusia. sehingga dapat kita ketahui bersama bahwa bagian dari lingkungan tidak harus ciptaan oleh Tuhan. Namun ciptaan manusia pun juga bisa termasuk dalam lingkungan. Sebagai contoh adalah lingkungan waduk  lingkungan bendungan lingkungan sawah, dan lain sebagainya. Semua hal ini termasuk dalam kategori lingkungan.
Jenis- jenis Lingkungan

Apabila kita ditanyakan mengenai apa itu lingkungan, mungkin kita akan mengetahui bahwasannya lingkungan adalah semua yang berada di alam. Namun tahukah Anda, seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwasannya bagian dari lingkungan tidak hanya tentang yang diciptakan oleh Tuhan, namun juga apa yang diciptakan oleh manusia. Dengan demikian kita juga dapat memberikan suatu pernyataan bahwasannya lingkungan dibagi menjadi dua macam yakni lingkungan alam dan lingkungan buatan.
Lingkungan Alam

Jenis lingkungan yang pertama adalah jenis lingkungan alam. Lingkungan alam merupakan lingkungan yang terjadi dengan sendirinya dan tanpa adanya campur tangan dari manusia. dengan kata lain lingkungan alam merupakan lingkungan yang sudah ada dari saat seseorang belum dilahirkan. Lingkungan alam merupakan lingkungan yang diciptakan oleh Tuhan. Ada banyak sekali contoh lingkungan alam yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari- hari. contoh dari lingkungan alam antara lain seperti bukit, rawa, laut atau pantai , gunung, sungai , dan lain sebagainya. Lingkungan- lingkungan alam tersebut merupakan hal yang sangat wajar dan dapat kita temukan dimana saja.

Lingkungan Buatan

Berbeda dengan lingkungan alam yang dapat terbentuk dengan sendirinya, lingkungan buatan justru melibatkan kreativitas dan keuletan dari tangan manusia. Ya, lingkungan buatan merupakan kebalikan dari lingkungan alam. Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang terbentuk karena adanya tindakan oleh manusia. Sehingga tanpa adanya tindakan dari manusia, maka lingkungan buatan tidak akan ada untuk digunakan manusia atau masyarakat banyak. Ada berbagai macam contoh lingkungan buatan yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari- hari pula. Beberapa contoh dari lingkungan buatan antara lain taman bunga, kebun buah, waduk, bendungan, dan lain sebagainya. Lingkungan buatan yang semacam ini juga meruapakan lingkungan yang tidak asing dan sering kali kita temui di sekitar tempat tinggal kita.

Itulah sekilas informasi mengenai pengertian dan juga contoh dari dua jenis lingkungan, yakni lingkungan alam dan juga lingkungan buatan. Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan lebih lanjut dan lebih detail mengenai lingkungan buatan.

Pengertian Lingkungan Buatan

Sebelum membicarakan lebih lanjut dan mendalam mengenai lingkungan buatan, pertama- tama kita harus mengetahui mengenai apa itu lingkungan buatan. Meskipun sudah dikatakan sebelumnya bahwasannya lingkungan buatan merupakan lingkungan yang ada karena dibuat oleh manusia, namun kita perlu mengetahui pengertian dari lingkungan buatan yang lebih lengkap lagi. Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang sengaja dibentuk oleh manusia agar dapat memenuhi hasrat atau keinginan atau bahkan kebutuhan manusia yang jumlahnya selalu tidak terbatas. Itulah pengertian dari lingkungan buatan ini.
Manfaat Lingkungan Buatan

Semua lingkungan di Bumi ini mempunyai manfaat yang dapat dirasakan oelh semua makhluk hidup yang ada di Bumi, begitu pula dengan adanya lingkungan buatan. Lingkungan buatan merupakan lingkungan yang dibentuk karena keinginan manusia sendiri. Maka dari itulah lingkungan yang dibuat oleh manusia ini seharusnya mengandung manfaat yang sangat baik dan banyak bagi manusia dan juga makhluk- makhluk yang lainnya. Adapun beberapa manfaat atau fungsi lingkungan buatan antara lain adalah sebagai berikut:
Memenuhi kebutuhan masyarakat

Manfaat atau fungsi dari lingkungan buatan yang pertama adalah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menuut sifatnya, kebutuhan manusia terdiri dari dua macam, yakni kebutuhan jasmani dan juga kebutuhan rohani. Kedua kebutuhan tersebut dapat dicukupi dengan adanya lingkungan buatan. Sebagai contoh kebutuhan jasmani, manusia memerlukan air untuk bisa bertahan hidup dan lingkungan buatan pun menyediakannya dalam bentuk waduk atau bendungan.

Sehingga apabila sumber air yang biasa digunakan sehari- hari mengalami kondisi kekeringan, waduk atau bendungan bisa menjadi alternatif dalam penyediaan kebutuhan air . Selanjutnya adalah kebutuhan rohani, dan sebagai contoh adalah manusia memerlukan hiburan atau rekreasi. Lingkungan buatan juga dapat memberikan pelayanan tersebut. Waduk, bendungan maupun taman merupakan lingkungan buatan yang bisa digunakan manusia untuk rekreasi atau sekedar menghilangkan kepenatan. Lingkungan buatan ada juga yang berupa taman bermain yang khusus dibangun untuk sarana rekreasi bersama dengan keluarga.
Sebagai tempat rekreasi
Fungsi kedua seperti halnya yang telah dijelaskan di atas. Lingkungan buatan mempunyai fungsi sebagai sarana rekreasi atau wisata keluarga maupun pribadi. Jika Anda merupakan orang suka menyatu dengan alam, maka danau bendungan, taman bunga atau kebun buah merupakan pilihan yang tepat untuk berwisata. Namun jika Anda adalah orang yang kurang suka menyatu dengan alam dan lebih menyukai keramaian, maka taman bermain, mall atau pusat- pusat perbelanjaan lainnya cukup menarik untuk menjadi alternatif tempat yang bisa dikunjungi dalam rangka rekreasi.
Menyimpan cadangan air

Fungsi yng juga sangat kelihatan dari adanya lingkungan buatan adalah menyimpan cadangan air. Hal ini juga telah disinggung di atas. Bagaimanapun kita mengetahui bersama bahwasannya terdapat sumber air buatan, yakni waduk dan juga bendungan. Keduanya merupakan lingkungan buatan.

Meskipun air yang mengisi waduk maupun bendungan ini berasal dari lingkungan alam (kebanyakan dari sungai), namun keduanya cukup bisa memberikan bantuan ketika sungai sedang mengalami kekeringan. Sehingga ketika musim  kemarau tiba masyarakat juga bisa memanfaatkan air yang berada di waduk maupun bendungan tersebut.
Sarana edukasi

Fungsi yang selanjutnya dari lingkungan buatan adalah sebagai sarana edukasi. Edukasi merupakan kegiatan yang kaitannya dengan pendidikan. Dalam pendisikan, memperhatikan hal- hal atau lingkungan yang ada di sekitar kita pun menjadi hal yang patut untuk dilakukan. Ada beberapa macam lingkungan buatan yang bisa digunakan sebagai lokasi atau tempat untuk berwisata. Sebagai contoh adalah waduk dan bendungan.

Keduanya bisa dijadikan objek edukasi, misalnya mengenai makhluk apa saja yang tinggal di sekitarnya dan apa pula tujuan manusia membangun tempat tersebut. Selain waduk dan juga bendungan, taman bunga dan kebun buah juga bisa dijadikan tempat untuk melakukan pendidikan. Misalnya dengan mengetahui tanaman apa saja yang bisa hidup di lingkungan tersebut, dengan suhu sekian dan bagaimana pula perawatannya agar tampak selalu subur Sarana penelitian dan pengembangan

Fungsi yang selanjutnya tidak jauh- jauh juga dari dari fungsi sebelumnya, yakni lingkungan buatan dijadikan sebagai wadah penelitian dan juga pengembangan. Sebagai contoh adalah air yang ada di waduk ataupun bendungan. Dari situ, manusia bisa meneliti mengenai kandungan airnya. Apabila kandungan air aman maka bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari- hari dalam melakukan aktivitas. Dan apabila pengembangan mengenai penelitian dilakukan, maka manusia pun juga bisa menetapkan bahwa air yang ada di waduk dan bendungan aman untuk dikonsumsi atau tidak. Jika ternyata aman, manusia bisa menggunakannya untuk menjadi air minum.
Penunjang ekonomi masyarakat

Lingkungan buatan bisa menunjang perekonomian masyarakat. Sebagai contoh adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani. Masyarakat yang bekerja sebagai petani pasti membutuhkan banyak air untuk dapat mengairi sawahnya. Oleh karena itulah keberadaan waduk dan bendungan sangatlah membantu karena menyediakan air. Selain itu, lingkungan buatan juga akan menguntungkan bagi masyarakat yang bekerja sebagai pedangang, karena taman-taman yang bisa dikunjungi oleh orang- orang bisa menjadi sumber penghasilannya. Hal ini sangat banya kita temui di kawasan- kawasan taman bermain.
Sebagai pembangkit listrik

Salah satu fungsi lingkungan buatan yang sangat penting adalah untuk menjadi pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut contohnya adalah pembengkit listrik tenaga air. Salah satu sumber pembangkitnya adalah dari waduk maupun bendungan. Waduk atau bendungan sangat bisa dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.

Itulah beberapa macam fungsi lingkungan buatan yang ada di sekitar kita. Selain fungsi yang telah disebutkan di atas, pastinya masih ada fungsi- fungsi lain yang akan dirasakan oleh manusia baik disaadari oleh manusia maupun tidak. Fungsi atau manfaat tersebut terlahir berdasarkan jenis dari lingkungan buatan itu sendiri.
Jenis- jenis Lingkungan Buatan

Ada banyak sekali lingkungan buatan yang ada di sekitar kita. kita bahkan sudah mengetahuinya dari awal namun bisa juga tidak menyadari akan keberadaannya. Berikut ini akan dipaparkan mengenai apa saja yang termasuk ke dalam lingkungan buatan.
Waduk

Lingkungan buatan yang pertama adalah waduk . Mungkin hal ini juga sudah sering disinggung sebelumnya bahwasannya waduk yang terkadang menyerupai danau adalah buatan manusia. Ya, waduk yang merupakan cekungan besar dan terisi air ini sengaja dibuat oleh manusia dalam kaitannya mengairi lahan persawahan atau ladang yang ada di sekitarnya. Namun tidak hanya itu saja, bahwa kenyataannya waduk juga banyak digunakan sebagai pembangkit listrik bahkan ada pula yang telah dilegkapi berbagai wahan air untuk dapat sisewa oleh pengunjng waduk yang datang,
Bendungan

Tidak jauh berbeda dengan waduk, bendungan pun jug amemiliki fungsi dasar yang sama. Bendungan  dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai  Tujuan dari bendungan ini dibuat selain untuk membuat sumber air juga agar aliran air sungai tidak terlalu deras. Dan pada akhirnya akan banyak manfaat yang akan diperoleh manusia karena adanya bendungan ini.
Taman Bunga

Taman bungan juga merupakan contoh dari lingkungan buatan. Di Indonesia sendiri mungkin taman bunga akan jarang kita temui. Namun apabila kita menggegser kaki kita ke negara lain, mungkin kita akan dengan mudahnya menemukan tanaman bunga. Sebagai contoh adalah di Jepang. Di Jepang, taman bunga merupakan tempat yang familiar.

Tidak hanya bunga warna warni yang ditanam secara indah, bahkan di Jepang bunga ditanam hingga menyerupai karikatur tokoh- tokoh anime Jepang. Hal ini sangat menambah nilai keindahan. Karena adanya taman bunga unik dan indah inilah maka tempat tersebut dijadikan tempat wisata atau rekreasi baik secara pribadi manupun beramai- ramai.
Kebun Buah

Kebun buah juga merupakan salah satu contih lingkungan buatan. Meskipun tanaman buah sendiri merupakan ciptaan Tuhan, namun tanaman- tanaman di kebun buah tersebut ditanam oleh manusia. Sehingga kebun buah tersebut dikatakan sebagai lingkungan buatan manusia. ada banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari adanya kebun buah ini. Selain sebagai tempat rekreasi, biasanya pengunjung juga diperbolehkan memakan buah- buahan yang tumbuh secara gratis. Selain itu apabila buah yang matang terlalu banyak maka bisa dijual kembali. Berwisata di kebun buah selain menyenangkan karena biasanya tempatnya sejuk, juga mengenyangkan.
Taman Bermain

Taman bermain merupakan contoh lingkungan buatan yang semakin dikembangkan oleh manusia di zaman yang modern ini. Ada banyak sekali taman bermain yang telah dibangun dan sukses menarik hati para pengunjung, bukan hanya anak- anak namun juga remaja dan bahkan dewasa. Di dalam taman bermain kita akan menjumpai berbagai macam wahana- wahana permainan dari yang cukup menyenangkan sampai yang ekstrim. Di taman bermain inilah kita dapat menguji adrenalin yang kita miliki.


Pasar

Pasar yang setiap harinya ramai dikunjungi oleh orang-orang juga merupakan contoh lingkungan buatan. Pasar adalah tempat jual beli yang menghidupkan perekonomian masyarakat. Selain itu pasar juga merupakan tempat wisata, yakni wisata belanja. Dan dari pasar ini pula manusia bisa mendapatkan beragam barang untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari.
Mall

Selain pasar, ada pula pusat perbelanjaan lainnya, yakni mall. Mall merupakan gaya hidup manusia modern. Manusia zaman sekarang leboh menyukai berkunjung ke mall daripada ke tempat- tempat wisata yang bernuansa alam. Beragam aktivitas bisa dilakukan di mall, dari berbelanja, jalan- jalan, atau sekedar nongkrong- nongkrong dan hang out.

Itulah beberapa macam atau jenis- jenis dari lingkungan buatan manusia. selain yang telah disebutkan di atas masih banyak lagi contoh lingkungan buatan manusia. Apapun jenis lingkungan buatan, kita harus selalu menjaganya agar tetap lestari dan bisa menghasilka fungsi seperti yang diinginkan bersama.
Share:

pengertian peta

Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis Peta



Hasil gambar untuk peta


Pengertian Peta




Istilah peta berasal dari bahasa Inggris, yaitu map. Adapun kata map berasal dari bahasa Yunani, yaitu mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun, secara umum Pengertian Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut kartografi, sedangkan orang yang pekerjaannya membuat peta disebut Kartograf.




Pengetahuan peta telah dikenal manusia sejak sebelum masehi. Benda bersejarah yang berhubungan dengan pembuatan peta adalah berupa lempengan tanah liat peninggalan bangsa Babilonia, Mesir, dan Cina. Benda tersebut saat ini dapat disaksikan di Museum Semit Harvard, Amerika Serikat.

Pengertian peta menurut para ahli




1. Menurut ICA (International Cartographic Association)




ICA (International Cartographic Association) adalah lembaga asosiasi para kartograf seluruh dunia. Menurut ICA, peta diartikan sebagai suatu representasi atau gambaran unsur-unsur kenampakan abstrak dari permukaan bumi yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa dan umumnya digambarkan pada bidang datar secara diperkecil atau diskalakan.




2. Aryono Prihandito




Aryono Prihandito adalah salah seorang ahli kartografi dalam negeri yang telah menghasilkan banyak sekali peta. Menurut Aryono, peta adalah gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu dan digambarkan pada bidang datar dengan sistem proyeksi tertentu




3. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL)

Bakosurtanal adalah akronim dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Menurut lembaga ini, pengertian peta adalah wahana bagi penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan pada tahapan dan tingkatan pembangunan.

4. Erwin RaiszMenurut Erwin Raisz, pengertian peta adalah gambaran konvensional kenampakan muka bumi yang diperkecil seperti ketampakan aslinya bila dilihat vertikal dari atas, peta dibuat pada bidang datar serta dilengkapi tulisan-tulisan sebagai penjelasan.




5. Soetarjo Soerjosumarmo




Pengertian peta menurut Soetarjo Soerjosumarmo adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar.




6. F.J Mounkhous dan H.R Wilkinson




Menurut F.J Mounkhous dan H.R Wilkinson, pengertian peta ialah suatu perakitan terpadu atau suatu sintesa dari empat kelompok infomasi yaitu titik, garis, wilayah dan nama yang dikemukakan dalam istilah : liputan, ciri, pola, bentuk, ukuran, ketebalan simbul dan lain-lain.




Batasan tersebut langsung menunjuk ke pada segi teknik penetapan simbol dan analisis keruangan aspek persebaran data dalam jenis dan besaran serta penamaan geografiknya (toponimy). Di antara pengertian peta menurut para ahli lainnya, rasanya pengertian inilah yang paling mendasar.




7. Badan Informasi Geospasial (BIG)




Peta adalah wahana untuk penyimpanan dan penyajian data kondisi sebuah lingkungan yang dapat difungsikan bagi perencana dan pengambil keputusan dalam peningkatan pembangunan.




8. KBBI







Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peta diartikan sebagai suatu gambar atau lukisan pada kertas yang menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dan lain sebagainya; representasi melalui gambar dari suatu daerah yang menyatakan sifat, seperti batas daerah, sifat permukaan, dan denah.




9. Wikipedia




Menurut Wikipedia, peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer.

Fungsi Peta

Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.

Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.

Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.

Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.

Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.

Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.

Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.

Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.




Peta digunakan sebagai bahan informasi untuk mendapatkan data – data. Untuk mencapai tujuan tersebut, suatu peta harus dibuat dengan sebaik mungkin. Suatu peta dapat dikatakan peta yang baik apabila memiliki syarat – syarat sebagai berikut:




1. Konform, Peta harus dibuat berdasarkan keadaan yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di permukaan bumi.







2. Ekuidistan, Peta harus memiliki skala yang apabila dikalikan dengan jarak pada peta memiliki ukuran yang sama dengan jarak sebenarnya.




3. Ekuivalen, peta harus dibuat dengan memperhitungkan skalanya.

Jenis-Jenis Peta




Terdapat banyak macam jenis peta yang dapat kita temui. Jenis – jenis peta tersebut diklasifikasikan berdasarkan isi, bentuk, dan skalanya. Nah, berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai jenis – jenis peta beserta dengan contohnya.

A. Peta Berdasarkan Isinya

1. Peta Umum




Peta umum menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi secara umum, baik kenampakan alam maupun buatan manusia. Peta umum sendiri dapat dibedakan kembali menjadi tiga macam peta, yaitu :




a). Peta Dunia









Yaitu peta yang menggambarkan letak, bentuk, dan wilayah negara – negara di dunia. Umumnya dunia mengunakan skalta yang relatif kecil karena cakupan wilayahnya yang begitu luas.




b). Peta korografi









Peta korografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum. Peta korografi umumnya berskala sedang hingga kecil, yaitu antara 1 : 250.000 hingga di atas 1: 1.000.000.







c). Peta topografi

Peta topografi adalah peta yang menggambarkan relief permukaan bumi dengan menggunakan garis-garis kontur. Garis kontur adalah garis-garis pada peta yang menunjukkan perbedaan ketinggian suatu tempat. Peta topografi juga menggambarkan kenampakan alam, misalnya pola aliran sungai dan morfologi, serta kenampakan buatan manusia, misalnya jalan dan permukiman. Peta topografi biasanya berskala besar, yaitu 1 : 25.000 atau 1 : 50.000.




2. Peta Khusus/Tematik

Peta khusus ialah peta yang menggambarkan suatu aspek atau gejala – gejala khusus di permukaan bumi saja. Peta khusus sering disebut juga dengan peta tematik karena peta ini hanya memuat tema – tema khusus yang ada muka bumi. Contoh dari peta khusus adalah peta persebaran flora, fauna, peta persebaran hasil tambang, peta kepadatan penduduk, dan lain – lain.

B. Peta Berdasarkan Bentuknya

1. Peta Datar (Peta Planimetri)









Peta datar merupakan sebuah peta yang dibuat di atas bidang datar, seperti kain, kertas, kanvas, maupun triplek. Seperti pada peta-peta pada umumnya, peta ini memiliki berbagai macam simbol yang digambarkan dengan bentuk, dan warna yang berbeda – beda.

2. Peta Timbul (Relief)









Peta timbul adalah peta yang dibuat secara 3 dimensi sehingga mirip dengan bentuk permukaan bumi yang sebenarnya. Peta ini memiliki kontur – kontur dan permukaan bumi yang jelas, seperti pegunungan yang nampak menjulang, perbedaan dataran tinggi – rendah, dan lain – lain.

3. Peta Digital









Peta digital yaitu peta yang proses pembuatannya menggunakan komputer. Data – data kenampakan permukaan bumi di dalam peta biasanya disimpan di dalam suatu memori komputer atau bisa dengan flashdisk atau hardisk eksternal. Penampilan gambar peta ini ditayangkan melalui layar monitor komputer dengan menggunakan program map info dan arc info.

C. Peta Berdasarkan Skalanya




Berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi 5 jenis, yaitu

1. Peta geografis









Peta yang skalnya lebih dari 1 : 1.000.000, peta jenis ini biasanya digunakan untuk menggambar kelompok negara contohnya, peta negara-negara Eropa, peta negara-negara Asia, peta negara-negara Afrika, dll.

2. Peta Skala Kecil









Peta yang skalanya berukuran antara 1 : 500.001 – 1 : 1.000.000, jenis peta ini biasanya digunakan untuk menggambar daerah yang wilayahnya luas, contohnya peta Indonesia, peta Malaysia.

3. Peta Skala Sedang









Peta yang skalanya berukuran antara 1 : 250.001 – 1 : 500.000, jenis peta ini biasanya digunakan untuk menggambar daerah yang wilayahnya agak luas, seperti peta Provinsi Jawa, peta Provinsi Bali.

4. Peta Skala Besar









Peta yang skalanya berukuran antara 1 : 5001 – 1 : 250 : 000, jenis peta ini biasanya digunakan untuk menggambar daerah yang wilayahnya sempit, seperti desa, kelurahan, kecamatan, dusun.

5. Peta Kadaster









Peta yang skalanya berukuran antara 1 : 100 – 1 : 5000, jenis peta ini biasanya digunakan untuk menggambar luas tanah dalam sertifikat tanah.




Besar kecilnya skala suatu peta akan mempengaruhi besar peta tersebut. Semakin besar angka skala pembandingnya, maka semakin kecil ukuran peta tersebut.

Langkah-langkah Pembuatan Peta




Proses pembuatan peta memerlukan beberapa tahapan berikut.

Menentukan Arah Utara




Arah utara dijadikan pedoman untuk pengukuran sudut arah setiap objek atau titik ukur yang akan dipetakan. Maka dari itu, langkah awal yang harus dilakukan dalam pembuatan peta adalah menentukan arah utara. Arah utara juga berguna dalam pembuatan tanda orientasi saat penggambaran peta. Macam-macam arah utara adalah sebagai berikut

Utara Magnetis, yaitu arah utara yang ditunjukan oleh pengaruh magnetis bumi

Utara grid, yaitu arah utara menurut garis bujur dan garis lintang pada peta. Utara grid sering disebut juga dengan utara peta.

Utara geografis, yaitu arah utara yang melalui kutub utara dan kutub selatan bumi atau sering disebut juga dengan utara matahari

Menentukan Titik Awal Pengukuran




Titik awal pengukuran digunakan sebagai patokan untuk menentukan titik ukur selanjutnya. Maka dari itu, pemilihan titik awal diusahakan berupa objek yang permanen dan mudah dikenali. Contoh objek yang dapat dijadikan sebagai titik awal pengukuran adalah perempatan jalan, ujung jembatan, titik pertemuan dua sungai, dan ujung lapangan

Menentukan Letak Titik Ukur




Letak titik ukur perlu diperhitungkan agar memudahkan proses pengukuran. Titik ukur merupakan titik bantu agar semua wilayah yang akan dipetakan dapat terukur secara lengkap. Jarak antara titik ukur yang satu dengan yang lainnya sebaiknya tidak terlalu panjang. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kesalahan pengukuran.




Patok ditancapkan pada titik-titik ukur yang telah ditetapkan untuk mengetahui posisi titik ukur. Jumlah titik ukur yang ditentukan dicatat dalam tabel pengukuran agar tidak ada titik yang terlewat saat proses pengukuran berlangsung

Mengukur Jarak Antar Titik Ukur




Jarak antar titik ukur dihitung mulai dari titik awal dilanjutkan ke titik-titik ukur yang telah ditentukan. Pengukuran jarak antar titik ukur dilakukan menggunakan meteran. Hasil pengukuran jarak antar titik dicatat pada tabel pengukuran. Pengukuran jarak dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut

Pembanjaran lurus dilakukan dengan mengukur jarak secara bertahap bagian per bagian. Tiap bagian dibatasi dengan tongkat. Pembanjaran lurus dilakukan oleh dua orang, seorang membidik lurus dan yang satunya lagi menancapkan tongkat ukur sesuai komando pembidik

Pengukuran langsung dilakukan apabila panjang meteran dapat mencapai jarak dua titik ukur

Mengukur Sudut Arah Antar Titik Ukur




Sudut arah antar titik ukur dapat ditentukan menggunakan metode azimuth dan bearing. Sudut azimuth adalah sudut arah yang diukur dari utara magnet bumi ke titik yang lain searah putaran jarum jam (kisaran sudut 0°-360°). Sudut Bearing adalah sudut arah yang diukur dari utara atau selatan magnet bumi ke titik yang lain, searah atau berlawanan dengan jarum jam dengan sudut maksimum 90°. Prinsip pengukuran sudut dengan metode bearing dan azimuth bisa dilihat pada gambar dibawahkiri sudut bearing – kanan sudut azimuth

Mencatat Kenampakan Objek di Sekitar Garis Lurus

Kenampakan objek yang terdapat disebelah kanan dan kiri titik ukur dicatat pada tabel pengukuran. Kenampakan terseput merupakan informasi penting untuk peta yang akan digambarkan. Contoh hasil pengukuran lapangan suatu wilayah sebagai berikut


Titik Azimuth Jarak (m) keterangan

kanan kiri

1-2 180º 10 Jalan Tempat Parkir

2-3 90º 12 Jalan Tempat Parkir

3-4 360º 10 Jalan Tempat Parkir

4-1 270º 12 Jalan Tempat Parkir




Pengolahan Data




Tahap pengolahan data dan analisis data dilakukan setelah proses pengukuran lapangan. Data hasil pengukuran dihitung, diolah, dan dikoreksi untuk menentukan posisi setiap titik hasil pengukuran pada kertas gambar. Data perlu dikoreksi karena dapat terjadi kesalahan dalam pengukuran, baik kesalahan alami, kesalahan petugas pengukuran (human error), maupun kesalahan alat.




Pada tahap ini juga dilakukan pembuatan simbol dan penentuan skala peta. Sebagai contoh, hasil pengukuran lapangan pada tabel diatas akan digambarkan dengan peta berskala 1:100. Hasil pengolahan data sebagai berikut







Titik Azimuth Jarak (cm) keterangan

kanan kiri

1-2 180º 10 Jalan Tempat Parkir

2-3 90º 12 Jalan Tempat Parkir

3-4 360º 10 Jalan Tempat Parkir

4-1 270º 12 Jalan Tempat Parkir




Penyajian Data

Tahap penyajian data adalah penggambaran peta berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data. Langkah-langkah penyajiannya adalah sebagai berikut

Plotting titik awal pada kertas gambar. Posisi titik awal (titik 1) pada kertas gambar diplotkan sesuai dengan sketsa

Menggambarkan titik 2 sesuai jarak dan azimuth hasil pengolahan data. Plotting jarak antar titik ukur dilakukan menggunakan penggaris. Plotting sudut arah titik-titik hasil pengukuran dilakukan menggunakan busur derajat.

Menghubungkan titik-titik ukur hingga membentuk kenampakan sesuai sketsa

Memberikan simbol dan keterangan pada hasil penggambaran

Melengkapi peta dengan komponen-komponen seperti judul, skala, tanda orientasi, legenda, dan garis tepi
Share:

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Followers

Blogger templates