This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, December 7, 2018

kelipatan dan faktor

kelipatan dan faktor

Hasil gambar untuk kelipatan


pengertian Kelipatan

Kelipatan suatu bilangan adalah hasil kali bilangan tersebut dengan bilangan cacah. Misalnya :

Himpunan kelipatan 3 = { 3 x 0, 3 x 1, 3 x 2, 3 x 3, ...}
atau { 0, 3, 6, 9, ...}

Himpunan kelipatan 5= { 5 x 0, 5 x 1, 5 x 2, 5 x 3, ...}
atau { 0, 5, 10, 15, ...}

Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)

KPK dari dua buah bilangan atau lebih adalah bilangan bukan nol (0) yang merupakan anggota terkecil dari himpunan kelipatan persekutuan bilangan-bilangan itu.

Contoh : Tentukan KPK dari 5 dan 6!

Jawab :

Himpunan kelipatan 5 = {0, 5, 10, 15, 20, 25, 30, ...}
Himpunan kelipatan 6 = {0, 6, 12, 18, 24, 30, 36, ...}
Himpunan kelipatan persekutuan = {0, 30}

Jadi KPK dari 5 dan 6 = 30

Faktor

Faktor adalah bilangan asli yang membagi habis suatu bilangan.

Contoh :

Faktor dari 9 adalah 1, 3 dan 9.
Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.
Faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, dan 20.

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)

FPB dari dua bilangan atau lebih adalah bilangan terbesar dari faktor-faktor persekutuan bilangan-bilangan itu.

Contoh : Tentukan FPB dari 6 dan 12

Jawab :

Faktor dari 6 = {1, 2, 3, 6}
Faktor dari 12 = {1, 2, 3, 4, 6, 12}

Jadi FPB dari 6 dan 12 = 6
Share:

STRUKTUR ORGANISASI DAN ADMINISTRASI DESA

STRUKTUR ORGANISASI DAN ADMINISTRASI DESA


A. Struktur Organisasi Desa

Pemerintah Desa merupakan lembaga perpanjangan pemerintah pusat yang memiliki peran strategi untuk mengatur masyarakat yang ada di perdesaan demi mewujudkan pembangunan pemerintah. Berdasarkan perannya tersebut, maka diterbitkanlah peraturan-peraturan atau undang-undang yang berkaitan dengan pemerintahan desa yang mengatur pemerintahan Desa, sehingga roda pemerintahan berjalan dengan optimal.


Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa, yang meliputi Sekretaris Desa dan lainnya. Struktur organisasinya adalah sebagai berikut.




1. Kepala Desa




Kepala desa adalah pemerintah desa atau yang disebut dengan nama lain yang dibantu perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa (UU RI No 6 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 3). Kepala desa bertugas menyelenggarakan pemerintahan desa, dan pemberdayaan desa (UU RI No 6 Tahun 2014 Pasal 26 Ayat 1).




Kewajiban kepala desa menurut UU RI No 6 Tahun 2014 Pasal 26 Ayat 4 adalah:

Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Desa Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika;

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa;

Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat desa;

Menaati dan menegakkan peraturan perundang-undangan;

Melaksanakan kehidupan demokrasi dan berkeadilan gender;

Melaksanakan prinsip tata pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, professional, efektif dan efisien, bersih serta bebas dari kolusi,korupsi dan nepotisme;

Menjalin kerja sama dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di desa;

Menyelenggarakan administrasi Pemerintahan Desa yang baik;

Mengelola keuangan dan aset desa;

Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan desa;

Menyelesaikan perselisihan masyarakat di desa;

Mengembangkan perekonomian masyarakat desa;

Membina dan melestarikan nilai sosial budaya masyarakat desa;

Memberdayakan masyarakat dan lembaga kemasyarakatan di desa;

Mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup; dan

Memberikan informasi kepada masyarakat desa.




2. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokrasi (UU RI No 6 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 4 tentang UU Desa).




Fungsi BPD yang berkaitan dengan kepala desa yaitu (UU RI No 6 Tahun 2014 Pasal 55) adalah:

Membahas dan menyepakati Rencana Peraturan Desa bersama kepala desa;

Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa; dan

Melakukan pengawasan kinerja kepala desa.




3. Sekretaris




Merupakan perangkat desa yang bertugas membantu kepala desa untuk mempersiapkan dan melaksanakan pengelolaan administrasi desa, mempersiapkan bahan penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintah desa. Fungsi sekretaris desa adalah:

Menyelenggarakan kegiatan administrasi dan mempersiapkan bahan untuk kelancaran tugas kepala desa;

Membantu dalam persiapan penyusunan Peraturan Desa;

Mempersiapkan bahan untuk Laporan Penyelenggara Pemerintah Desa;

Melakukan koordinasi untuk penyelenggaraan rapat rutin;

Pelaksana tugas lain yang diberikan kepada kepala desa.




4. Pelaksana Teknis Desa:


A. Kepala Urusan Pemerintah (KAUR PEM) Tugas Kepala Urusan Pemerintahan (KAUR PEM) adalah membantu kepala desa melaksanakan pengelolaan administrasi kependudukan, administrasi pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat desa, mempersiapkan bahan perumusan kebijakan penataan, kebijakan dalam penyusunan produk hukum Desa. Sedangkan fungsi adalah:

Melaksanakan administrasi kependudukan.

Mempersiapkan bahan-bahan penyusunan perencanaan peraturan desa dan keputusan kepala desa.

Melaksanakan kegiatan administrasi pertanahan.

Melaksanakan kegiatan pencatatan monografi desa.

Mempersiapkan bantuan dan melaksanakan penataan kelembagaan masyarakat untuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa.

Mempersiapkan bantuan dan dan melaksanakan kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan upaya menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat dan pertahanan sipil.

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan kepada desa.


B. Kepala Urusan Pembangunan (KAUR PEMBANGUNAN) Tugas Kepala Urusan Pembangunan (KAUR PEMBANGUNAN) adalah membantu kepala desa mempersiapkan bahan perumusan kebijakan teknis pengembangan ekonomi masyarakat desa, pengelolaan administrasi pembangunan, pengelolaan pelayanan masyarakat serta menyiapkan bahan usulan kegiatan dan pelaksanaan tugas pembantuan. Sedangkan fungsinya adalah:

Menyiapkan bantuan-bantuan analisa dan kajian perkembangan ekonomi masyarakat.

Melaksanakan kegiatan administrasi pembangunan

Mengelola tugas pembantuan

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala desa.


C. Kepala Urusan kesejahteraan Rakyat (KAUR KESRA) Tugas Kepala Urusan kesejahteraan Rakyat (KUR KESRA) adalah membantu kepala desa untuk mempersiapkan bahan perumusan kebijakan teknis penyusunan program keagamaan, serta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan. Sedangkan fungsinya adalah:

Menyiapkan bahan dan melaksanakan program kegiatan keagamaan.

Menyiapkan dan melaksanakan program perkembangan kehidupan beragama.

Menyiapkan bahan dan melaksanakan program, pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan kepala desa.


D. kepala Urusan Keuangan (KAUR KEU) Tugas Kepala Urusan Keuangan (KAUR KEU) adalah membantu sekretaris desa melaksanakan pengelolaan sumber pendapatan desa, pengelolaan administrasi keuangan desa dan mempersiapkan bahan penyusunan APB Desa, serta laporan keuangan yang dibutuhkan desa. Sedangkan fungsinya adalah:

Mengelola administrasi keuangan desa.

Mempersiapkan bahan penyusunan APB Desa.

Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan sekretaris desa.


E. Kepala Urusan Umum (KAUR UMUM) Tugas Kepala Urusan Umum (KAUR UMUM) adalah membantu sekretaris desa dalam melaksanakan administrasi umum, tata usaha dan kearsipan pengelolaan inventaris kekayaan desa, serta mempersiapkan bahan rapat dan laporan. Sedangkan fungsinya adalah:

Melakukan pengendalian, dan pengelolaan surat masuk dan surat keluar serta pengendalian tata kearsipan desa.

Melaksanakan pencatatan inventarisasi kekayaan desa.

Melaksanakan pengelolaan administrasi umum.

Sebagai penyedia, penyimpan dan pendistribusi alat tulis kantor serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan kantor.

Mengelola administrasi perangkat desa.

Mempersiapkan bahan-bahan laporan.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris desa.


5. Pelaksanaan Kewilayahan


Kepala Dusun (KADUS) tugas kepala dusun adalah membantu kepala desa melaksanakan tugas dan kewajiban pada wilayah kerja yang sudah ditentukan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Fungsi kepala dusun:

Membantu pelaksana tugas kepala desa di wilayah kerja yang sudah ditentukan.

Melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Melaksanakan keputusan dan kebijakan yang ditetapkan oleh kepala desa.

Membantu kepala desa melakukan kegiatan pembinaan dan kerukunan warga.

Membina swadaya dan gotong royong masyarakat.

Melakukan penyuluhan program pemerintah desa.

Sebagai pelaksana tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala desa.




B. Administrasi Desa




Administrasi Desa menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2006 adalah keseluruhan proses kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan Desa pada Buku Administrasi Desa. Jenis dan bentuk Administrasi Desa menurut peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2006:




1. Administrasi Umum adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai kegiatan pemerintahan Desa pada Buku Administrasi Umum, terdiri dari:

Buku Data Peraturan Desa.

Buku Data Keputusan Desa.

Buku Data Inventaris Desa.

Buku Data Aparat Pemerintah Desa.

Buku Data Tanah milik Desa/Tanah Kas Desa.

Buku Tanah di Desa.

Buku Agenda.

Buku Ekspedisi.




2. Administrasi Penduduk adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penduduk dan mutasi penduduk pada Buku Administrasi Penduduk, terdiri dari:

Buku Data Induk Penduduk Desa.

Buku Data Mutasi Penduduk Desa.

Buku Data Rekapitulasi Jumlah Penduduk Akhir Bulan.

Buku Data Penduduk Sementara.




3. Administrasi Keuangan adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai pengelolaan keuangan desa pada Buku Administrasi Keuangan, terdiri dari:

Buku Anggaran.

Buku Kas Umum.

Buku Kas Harian Pembantu.

Buku Kas Pembantu Pajak.

Buku Kas Pembantu Bank.




4. Administrasi pembangunan adalah kegiatan pencatatan data dan informasi pembangunan yang akan, sedang dan telah dilaksanakan pada Buku Administrasi Pembangunan, terdiri dari:

Buku Rencana Pembangunan.

Buku Kegiatan Pembangunan.

Buku Inventaris Proyek.

Buku Kader-kader Pembangunan/Pemberdayaan masyarakat.




5. Administrasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut dengan BPD adalah kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai BPD, terdiri dari:

Buku Data Anggota BPD.

Buku Data Keputusan BPD.

Buku Data Kegiatan BPD.

Buku Data Agenda BPD.

Buku Ekspedisi BPD.
Share:

Pengertian Kincir Air dan Cara Kerja Kincir Air Lengkap


Pengertian Kincir Air dan Cara Kerja Kincir Air Lengkap
Hasil gambar untuk kincir air


Pengertian Kincir Air

Kincir air adalah komponen putaran air yang memberikan energi pada poros yang berputar. Kincir air merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi energi mekanik berupa torsi pada poros kincir. Ada beberapa tipe kincir air yang setidaknya haruslah pembaca ketahui bersama, salah satu diantaranya ialah Kincir air overshot, dimana untuk kincir air ini sendiri bekerja bilamana air yang mengalir jatuh ke dalam bagian sudu-sudu daripada sisi bagian atas, dan karena hal tersebut disebabkan oleh gaya berat air pada suatu roda kincir berputar.
Cara Kerja Kincir Air

Pada hakekatnya untuk suatu prinsip kerja daripada listrik tenaga air ini adalah mengupayakan atau mengubah energi yang terdapat pada air yang mengalir di dalam sungai atau laut menjadi energi mekanik dimana kemudian energi mekanik inilah mampu diubah menjadi suatu bentuk pada energi listrik. Alat utama yang selalu dibutkan dalam pembuatan kincir air adalah turbin dan juga generator. Kedua alat turbin dan juga generator ini tidak boleh dilupakan dalam pembuatan kincir air.

Deskripsi Cara Kerja ini membutukan suatu bentuk Alat utama pada pembangkit listrik tenaga air adalah berupa turbin dan generator lalu air yang telah mampu ditampung di dalam bendungan dan kemudian dialirkan melalui dasar bendungan sehingga membentuk air terjun yang dapat dikelola dengan pembuatan Kincir Air dalam PLTA.

Air terjun inilah yang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin karena air akan menabrak suatu bagian daripada sudut – sudut baling-baling turbin sehingga kemudian membuat turbin tersebut menjadi berputar-putar dengan sangat keras atau kencang. Turbin ini terhubung secara langsung dengan generator, sehingga bila turbin bergerak secara berputar, maka secara otomatis generator juga akan ikut bergerak berputar.

Selama bergerak berputar, generator ini akan menghasilkan tenaga listrik. Tenaga listrik inilah yang kemudian dialirkan ke rumah – rumah yang berada di wilayah tersebut
Share:

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan (Tunggang dan Serabut)

Hasil gambar untuk macam macam akar

Mengenal Jenis-Jenis Akar Pada Tumbuhan (Tunggang dan Serabut)



Akar merupakan bagian tumbuhan yang berada di bagian paling bawah dari tumbuhan dan tumbuh menuju inti bumi. Akar mempunyai beberapa sifat, diantaranya yaitu:

Biasanya tumbuh di dalam tanah dan pertumbuhannya mengarah ke inti bumi (geotrop) atau menuju ke arah air (hidrotop), menjauh dari udara dan cahaya;
Umumnya tidak berbuku dan beruas;
Berwarna putih atau kekuning-kuningan;
Bagian ujungnya tumbuh terus-menerus, namun pertumbuhannya lebih lambat daripada bagian atas tanaman;
Ujung akar berbentuk meruncing yang berguna untuk memudahkan dalam menembus partikel tanah.

Jenis-jenis AkarBentuk-bentuk perakaran pada tumbuhan menjadi salah satu faktor pembeda dalam mengklasifikasikan tumbuhan tingkat tinggi. Pada saat biji berkecambah, bakal akar (radikula) berkembang menjadi akar lembaga. Berdasarkan sistem perakarannya ini, akar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu akar tunggang dan akar serabut.


1. Akar serabutAkar serabut berbentuk seperti serabut-serabut kelapa, kecil, dan panjang. Umumnya tumbuhan monokotil memiliki akar serabut. Namun perakaran tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara vegetatif juga berupa akar serabut. Akar serabut terbentuk dari akar lembaga yang mati dan tumbuh akar-akar baru yang memiliki ukuran yang relatif sama dan keluar dari pangkal batang. Adapun menurut bentuknya, jenis jenis akar serabut dapat dibedakan menjadi akar benang (contohnya padi), akar tambang (contohnya kelapa), dan akar serabut besar (contohnya pandan).


Gambar bentuk akar tunggang dan akar serabut


2. Akar tunggangAkar tunggang umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil yang diperbanyak secara generatif dengan biji. Perakaran tumbuhan dikotil mempunyai akar utama yang menghujam lurus ke dalam lapisan tanah dan mempunyai percabangan di sisi-sisinya.

Tumbuhan dengan akar tunggang mempertahankan akar lembaganya sehingga berkembang menjadi akar primer yang disebut dengan akar tunggang (radix primaria) yang memiliki percabangan.

Berdasarkan banyaknya percabangan, jenis jenis akar tunggang dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu akar tunggang tidak atau sedikit bercabang dan akar tunggang bercabang


a. Tidak atau sedikit bercabangTumbuhan jenis ini memiliki akar tunggang tanpa percabangan atau hanya sedikit bercabang. Akar tunggang jenis ini mempunyai bentuk yang khas, yaitu bentuk tombak atau pena (fusiform) seperti pada wortel dan lobak, bentuk gasing seperti pada bengkuang, serta bentuk benang seperti pada akar tanaman kratok.


b. Bercabang (ramosus)Akar tunggang jenis ini memiliki percabangan yang banyak dan setiap percabangan memiliki percabangan lagi sehingga memiliki zona perakaran yang lebih luas. Contohnya pada pohon buah-buahan.


Jenis Jenis Akar Berdasarkan FungsinyaFungsi utama akar adalah sebagai organ penyerap air dan hara mineral. Namun, terdapat fungsi lain dari akar tumbuhan. Menurut fungsinya tersebut, akar dibedakan menjadi:

1. Akar gantung atau akar udara (radix aereus)
Akar gantung terdapat di atas permukaan tanah, melekat pada batang, tumbuh menjuntai ke arah tanah. fungsi dari akar gantung ini yaitu sebagai organ penyerap uap air dan gas, tetapi jika sudah mencapai tanah dan masuk ke dalam tanah, akar ini berfungsi sebagaimana akar pada umumnya. Contoh tanaman yang memiliki akar gantung ini yaitu pohon beringin dan tanaman anggrek.

2. Akar pembelit (cirrhus radicalis)
Akar ini membelit batang pokok tempat melekatnya tumbuhan. Contohnya dapat kita temukan pada tumbuhan panili.

3. Akar nafas (pneutophora)
Akar nafas merupakan bagian akar yang tumbuh keluar dari batang bagian bawah, yang sebagian menyembul keluar dan sebagian lagi tumbuh di dalam tanah.bagian akar yang menyembul keluar merupakan tempat masuknya udara melalui celah-celah permukaan akar. Contoh tanaman yang memiliki akar nafas ini yaitu bakau dan pandan.




Gambar a) akar nafas; b) akar gantung; c) akar tunjang

4. Akar pelekat akar (radix adligans)
Akar ini tumbuh, melekat dan memanjat pada batang. Contoh tumbuhannya yaitu sirih.

5. Akar penghisap (haustorium)
Akar ini mempunyai fungsi sebagai penyerap air, hara mineral, dan makanan dari batang pohon yang ditumpangnya. Tumbuhan dengan akar ini hidup sebagai parasit, contohnya seperti pada akar benalu.

6. Akar tunjang
Akar ini tumbuh ke segala arah, berbentuk seperti serabut-serabut. Akar jenis ini dimiliki oleh tumbuhan pandan.

7. Akar lutut
Sebagian akar ini tumbuh di atas tanah kemudian tertanam di dalam tanah, timbul tenggelam seperti bentuk gelombang yang berfungsi sebagai alat pernafasan. Contohnya yaitu pohon tanjang

8. Akar banir
Bagian akar ini tumbuh tinggi di atas permukaan tanah, berbentuk pipih seperti papan. Contoh tumbuhan dengan akar ini yaitu sukun
Share:

rantai makanan


Penjelasan Soal Rantai Makanan, Lengkap dengan Contoh dan Gambar







Pengertian rantai makanan

Sebelum masuk ke deretan contoh-contoh dari rantai makanan, mari kita bahas apa itu rantai makanan. Secara definisi, mengutip buku "Environmental correlates of food chain length" yang ditulis oleh F Briand dan JE Cohen, rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan ke deretan seri organisme melalui jenjang makan. Rantai makanan ini merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas.

Mudahnya, rantai makanan adalah interaksi makan dan dimakan dengan urutan dan tingkatan tertentu, dan dalam proses tersebut ada perpindahan energi antar jenjang organisme. Tiap tingkatan dari rantai makanan dalam ekosistem disebut sebagai tingkat trofik.

Urutan tingkat trofik dalam rantai makanan bisa dijabarkan sebagai berikut: tingkat pertama adalah organisme yang bisa menghasilkan makanan sendiri seperti tumbuhan hijau seperti pohon, rumput, dan tumbuhan lainnya.


Selanjutnya di tingkat atasnya terdapat konsumen yang merupakan makhluk hidup yang tidak bisa menghasilkan makanan sendiri.


Ilustrasi Rantai Makanan (sheppardsoftware.com)


Konsumen ini terbagi menjadi konsumen primer atau konsumen I yang merupakan herbivora seperti sapi, kambing, kelinci, serangga, dan lainnya. Lalu ada konsumen sekunder atau konsumen II yang merupakan organisme pemakan herbivora. Lalu ada konsumen tersier atau konsumen III yang memakan hewan yang memakan hewan hebivora, dan seterusnya.

Di jenjang paling atas dan berada di trofik tertinggi adalah konsumen puncak yang tidak punya predator yang memakan dirinya, seperti manusia, beruang, buaya, singa, atau paus pembunuh. Terdapat juga tingkatan lain seperti detrivor atau spesies pengurai seperti cacing tanah serta dekomposer yang juga pengurai seperti jamur dan bakteri.

Terdapat tiga macam rantai dalam rantai makanan: rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
Rantai makanan tipe pemangsa: rantai makanan yang terjadi ketika hewan pemakan tumbuhan dimakan oleh hewan pemakan daging. Contoh: kelinci-ular-elang
Rantai makanan tipe saprofit: rantai makanan yang terjadi untuk mengurai organisme yang mati. Rantai ini muncul karena adanya dekomposer. Contoh: elang mati-bakteri
Rantai maknan tipe parasit: rantai makanan yang terjadi karena terdapat organisme yang dirugikan. Contoh: pohon besar-benalu, manusia-kutu
Contoh rantai makanan

Berbicara soal contoh rantai makanan, seperti yang sudah kami jelaskan di atas, rantai makanan cukup mudah untuk kita temui di sekitar kita. Salah satu contoh rantai makanan yang mudah ditemui di sekitar kita seperti rumput yang dimakan oleh serangga, serangga dimakan ayam, dan ayam dimakan oleh manusia. Mudah bukan? Nah, mari kita belajar soal contoh rantai makanan di berbagai ekosistem antara lain sawah, laut, kebun, hutan, sungai, serta gurun.

1. Rantai makanan di sawah


Ilustrasi Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan (Youtube.com Learning Junction)


Di ekosistem sawah terdapat banyak sekali rantai makanan. Padi adalah produsen terbesar di ekosistem ini. Berikut beberapa contoh dari rantai makanan di ekosistem sawah.
Energi matahari – Padi – Burung pemakan biji – Ular sawah – Elang – Pengurai
Energi matahari – Rumput – Serangga – Tikus – Ular sawah – Pengurai
Energi matahari – Padi – Tikus – Elang – PenguraiEnergi matahari – Padi – Serangga – Katak – Ular sawah – Elang – Pengurai


2. Rantai makanan di laut

Bumi kita didominasi dengan jumlah yang besar oleh lautan. Oleh karena itu, laut adalah ekosistem berbasis perairan yang terbesar di dunia. Tak heran ada banyak sekali rantai makanan di dalamnya. Berikut beberapa contohnya.
Energi matahari - alga - ikan kecil - ikan besar - hiu - pengurai
Energi matahari - fitoplankton - ikan kecil - burung bangau - ular laut - pengurai
Energi matahari - fitoplankton - udang - ikan - singa laut - hiu - pengurai


3. Rantai makanan di kebun

Kebun merupakan ekosistem buatan, yang menyebabkan rantai makanan di dalamya cukup rendah karena jumlah makhluk hidup yang juga rendah. Berikut contohnya.
Energi matahari - tumbuhan sayur - ulat - burung - kucing - pengurai


4. Rantai makanan di hutan

Hutan merupakan ekosistem alami yang memiliki keanekaragaman hayati dengan intensitas tinggi. Tak pelak jumlah rantai makanan di hutan juga tergolong banyak, beragam, dan juga rumit. Berikut contohnya.
Energi matahari - rumput - kelinci - ular - elang - pengurai
Energi matahari - tanaman - tikus - ular - elang - pengurai
Energi matahari - rumput - kambing - harimau - pengurai


5. Rantai makanan di sungai

Di sungai yang merupakan ekosistem perairan mengalir, ternyata juga banyak organisme yang terlibat. Berikut contohnya.
Energi matahari - alga - ikan - burung bangau - buaya - pengurai
Energi matahari - alga - ikan - beruang - pengurai

5 dari 5 halaman

Dua tipe dasar rantai makanan: rerumputan dan detritus


Dalam rantai makanan, terdapat dua tipe dasar rantai makanan berdasarkan tingkatan awal yang jadi produsen pertamanya. Dua jenis rantai makanan ini yakni rantai makanan rerumputan atau grazing food chain, serta rantai makanan sisa atau detritus food chain atau lebih mudahnya rantai makanan detritus. Berikut penjelasannya.
Rantai makanan rerumputan atau grazing food chain adalah rantai makanan yang diawali dari tumbuhan sebagai trofik awalnya. Contoh dari grazing food chain adalah rantai makanan yang kita ketahui biasanya seperti rumput - belalang - tikus - ular, dan sebagainya.
Rantai makanan detritus atau detritus food chain adalah rantai makanan yang dimulai dari organisme heterotrof yang mendapatkan energi dari memakan sisa-sisa makhluk hidup. Contoh dari rantai makanan detritus ini adalah serpihan daun yang dimakan cacing tanah, lalu dimakan ayam, dan ayam dimakan manusia.
Perbedaan rantai makanan dan jaring makanan

Setelah secara panjang lebar kami menjelaskan rantai makanan di penjabaran di atas, ternyata juga ada yang disebut sebagai jaring-jaring makanan. Apa beda keduanya? Mari kita bahas.

Jaring-jaring makanan adalah hubungan antara rantai makanan dan apa yang dimakan spesies dalam sistem ekologi. Mudahnya, ini adalah sekumpulan dari beberapa rantai makanan yang dihubungkan oleh satu spesies tertentu karena lazimnya makhluk hidup memang memakan lebih dari satu variasi makanan.

Sebagai contoh, seekor tupai bisa memakan beragam jenis makanan seperti biji-bijian dan buah-buahan. Tupai tersebut dimakan oleh seekor rubah, yang juga tak hanya makan rubah namun juga memakan tikus dan juga serangga. Dalam contoh itu saja, sudah ada cukup banyak rantai makanan.

Perbedaan antara rantai makanan dan jaring-jaring makanan adalah rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan. Sehingga Jaring-jaring makanan akan menimbulkan banyak sekali rantai makanan yang terhubung satu sama lain. Jika skemanya digambar, akan jaring-jaring makanan akan berbentuk seperti jaring laba-laba.

Selain itu, jaring-jaring makanan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi dan persaingan untuk bisa bertahan hidup, tidak seperti rantai makanan yang tak berhubungan dengan bagaimana makhluk hidup bersaing mendapatkan makanan.
Share:

Jenis-jenis Batang Tumbuhan, Contoh, dan Gambarnya



Jenis-jenis Batang Tumbuhan, Contoh, dan Gambarnya

Hasil gambar untuk jenis jenis batang



Batang merupakan bagian utama dari tumbuhan, selain akar dan daun. Batang memiliki peran penting untuk menopang tumbuhan agar tetap tegak.

Batang juga berfungsi untuk mengangkut air, mengedarkan zat-zat makanan, menyimpan cadangan makanan, dan sebagai alat perkembangbiakan.

Batang tumbuhan, khusunya tumbuhan yang berkayu biasanya digunakan untuk bahan bangunan dan bahan pembuatan perabotan rumah tangga. Batang pada umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder. Batang juga dapat memilki bentuk lain, contohnya berbentuk bintang. Batang selalu mengadakan percabangan atau biasa disebut dengan ranting.


Batang terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing ruas tersebut dibatasi oleh buku-buku. Pada buku-buku batang ini akan muncul tunas yang membentuk cabang batang, daun, atau akar. Batang biasanya tumbuh ke atas menuju ke arah cahaya matahari.


Batang tumbuhan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu batang berkayu, batang basah, dan batang rumput.



1. Batang Berkayu

Batang berkayu pada umumnya memiliki tekstur yang keras. Batang berkayumemiliki kambium, arah pertumbuhan yang keluar akan membentuk kulit dan arah tumbuh yang ke dalam akan membentuk kayu. Batang berkayu dapat bertambah besar karena adanya aktivitas kambium yang selalu melakukan pembelahan sekunder.


Karena sifatnya yang keras inilah, maka batang berkayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan utama perabot rumah tangga, seperti almari, meja kursi, dan pintu.

Contoh dari tumbuhan berbatang kayu adalah pohon jati, pohon nangka, pohon jambu, pohon mahoni, pohon albasia, dan pohon trembesi.




2. Batang Basah

Batang basah memiliki ciri utama lunak, berair, dan pendekt. Karena lunak, maka batangnya tidak keras dan mudah dipotong. Contoh tumbuhan yang berbatang lunak, antara lain pohon pisang, bayam, pacar air, selada air, dan kangkung.



3. Batang Rumput

Batang rumput tidak berkayu, memiliki ruas-ruas yang nyata, dan berongga, serta umumnya pendek. Contoh tumbuhan yang memiliki batang rumput adalah rumput, padi, jagung, tebu, dan gelagah.

Share:

Macam-Macam Ekosistem Darat dan Ciri-Cirinya


Macam-Macam Ekosistem Darat dan Ciri-Cirinya
Hasil gambar untuk ekosistem darat




1. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat dalam wilayah Khatulistiwa, seperti dalam lembah sungai Amazon, Amerika selatan, Asia tenggara (malaysia, indonesia, thailand), dan lembah sungai kongo. Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut..

Memiliki curah hujan yang sangat tinggi antara 200-450 cm/tahun
Sepanjang tahun Matahari bersinar dengan suhu lingkungan antara 21-30 derajat celsius
Di hutan hujan tropis pohon-pohon dapat tumbuh tinggi mencapai 55 m dan membentuk kanopi (tudung).
Beberapa tanaman tumbuh merambat (liana), seperti rotan, atau tumbuh menempel (epifit), seperti anggrek, di cabang-cabang pohon untuk mendapatkan cahaya matahari.
Sebagian besar hewan hidup di sekitar kanopi karena mudah mendapatkan makanan dan berpindah tempat. Banyak pula yang ditemukan hewan bisa terbang atau memanjat, seperti kelelawar, ular, tupai, monyet, burung, dan serangga. Sementara di tanah terdapat macam tutul, babi hutan dan jaguar.
2. Padang Rumput
Padang rumput terdapat di daerah tropis hingga beriklim sedang, seperti Hongaria, Amerika selatan, Australia, dan Rusia Selatan. Di Indonesia, padang rumput terdapat di Nusa Tenggara. Rata-rata curah hujan 25-50 cm/tahun (ada yang mencapai 100 cm/tahun) dan hujan turun tidak teratur. Di daerah yang tercurah hujan tinggi, rumput tumbuh subur hingga tingginya mencapai 3 m, seperti bluestem grasses. Sementara di daerah yang curah hujannya rendah terdapat rumput yang pendek, seperti grama grasses dan bufallo grasses. Hewan yang hidup di padang rumput, seperti, reptil, burung, kanguru, kijang, singa, cheetah, jaguar, serigala, ular, pengerat, serangga, zebra, dan jerapah.
Ciri-Ciri Padang Rumput

Terdapat di daerah tropika dan sub tropika
Curah hujan bioma padang rumput adalah 25-50 cm/tahun, tetapi turun tidak teratur
Iklim bioma padang rumput pada umumnya bersuhu panas
Ditemukan adanya posorita dan drainase yang tidak teratur, menyebabkan tumbuhan sukar untuk mengambil air
Hewan yang hidu di padang rumput seperti reptil, burung, kanguru, kijang, singa, cheetah, jaguar, serigala, ular, pengerat, serangga, zebra, dan jerapah.
3. Sabana
Sabana (savana) adalah padang rumput yang diselingi oleh pohon-pohon. Sabana terletak pada daerah tropis dengan curah hujan sekitar 90-150 cm/tahun, seperti Australia utara, Nusa tenggara timur, Kenya (afrika), Nusa tenggara barat. Saban dibedakan atas dua jenis yaitu sabana murni (satu jenis pohon) dan sabana campuran (beberapa jenis pohon). Jenis tumbuhan pembentuk bioma sabana yaitu rumput, Acacia, Eucalyptus, dan Coryphautan (gerbang), sedangkan pada jenis hewannya antara lain, gajah, macam tutul, rayap, kijang, zebra, singa, serangga, dan kuda.
Ciri-Ciri Sabana


Padang rumput yang diselingi pohon-pohon
Terletak di daerah tropis dengan curah hujan 90-150 cm/tahun.
Sabana terdaat di Nusa tenggara timur, Nusa tenggara barat, Amerika Utara dan Kenya (Afrika)
Tumbuhan pembentuk bioma sabana adalah rumput, Coryphautan (gerbang), Acacia, Eucalyptus
Jenis Hewan bioma sabana seperti gajah, macam tutul, rayap, kijang, zebra, singa, serangga, dan kuda.
4. Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah yang mengalami empat musim seperti musim dingin, musim panas, musim semi dan musim gugur. Seperti yang berada di Amerika serikat, bagian timur, Asia timur, Chili, dan Eropa barat. `Hutan gugur memiliki curah hujan yang merata sepanjang tahun sekitar 75-100 cm/tahun. Tumbuhan yang hidup pada umumnya memiliki daun lebar, seperti oak, elm, maple, dan beech. Pada musim dingin, air membeku sehingga tidak dapat diserap tumbuhan sehingga tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintetis. Akibatnya, daun menjadi berubah warna menjadi merah lalu cokelat, dan pada akhirnya gugur. Sebaliknya pada musim panas tiba-tiba dan salju mencair, tumbuhan akan menyerap air sehingga daun bersemi untuk melakukan fotosintetis.
Share:

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Followers

Followers

Blogger templates